-->
w
| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Sudirman Simpang Desa Harapan Duri Riau 28884 |
| ☎ Telpon / Sms / Wa : 0852 7811 1234 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan




Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku



Popular Post

Rabu, 15 Juli 2020

Lari dari Hutang untuk Jabatan malah laporkan orang


Kegilaan Hukum di Indonesia,

Berhutang demi Jabatan, Lari dari Hutang, lalu Laporkan dengan Dalih pencemaran Nama Baik

sudah banyak Kasus seperti ini, Aparat yang bersalah malah Rakyat yang dilaporkan !

Saya pernah mengalami, Aparat tak sanggup berhutang malah Kita yang dilaporkan 😁

bersumber dari :

abik.politik dot us/febi-nur-amelia-dituntut-2-tahun-penjara-karena-tagih-hutang-ke-istri-perwira-polisi/

Febi Nur Amelia, terdakwa kasus pencemaran nama baik dituntut dua tahun penjara dalam persidangan Selasa (14/7/2020) sore

Jaksa menjerat terdakwa dengan Undang-Undang ITE akibat menagih utang melalui media sosial.

Pengadilan Negeri Medan kembali menggelar persidangan kasus pencemaran nama baik atas terdakwa Febi Nur Amelia dengan agenda pembacaan tuntutan.

Jaksa Penuntut Umum Randi Tambunan dalam tuntutannya menyatakan Febi Nur Amelia bersalah dan terbukti melakukan pencemaran nama baik dengan melakukan penagihan utang kepada Fitriani Manurung lewat media sosial

“Kami jaksa penuntut umum dalam perkara ini memperhatikan undang-undang yang bersangkutan menuntut supaya majelis hakim pengadilan negeri Medan yang memeriksa perkara ini memutuskan menjatuhkan pidana selama 2 tahun,” kata Randi.

Atas perbuatannya, jaksa menuntut Febi dengan hukuman penjara selama dua tahun yang dijerat dengan Pasal 45 Ayat 3 Juntho Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Usai mendengarkan tuntutan melalui kuasa hukumnya, terdakwa menyatakan akan mengajukan pledoi.

Sebelumnya, terdakwa Febi Nur Amelia telah memberikan pinjaman uang sebesar 70 juta kepada rekannya Fitriani Manurung yang dalam kasus ini merupakan penggugatnya.

“Saya mem-posting karena akses saya untuk menghubungi beliau (Fitriani) sudah tidak bisa. Jadi setelah saya posting itu, baru beliau ada respons, lalu responsnya melaporkan saya ke polisi,” ujar Febi kepada wartawan di PN Medan.

Febi dalam kesaksiannya menyatakan uang pinjaman tersebut akan digunakan Fitriani Manurung untuk mempromosikan jabatan suaminya yang berprofesi sebagai polisi.

Namun dalam proses penagihan utang, Febi mengaku sangat sulit untuk menghubungi Fitriani Manurung sehingga memutuskan untuk melakukan penagihan lewat media sosial.

Sabtu, 11 Juli 2020

SMART TV ANDROID









SMART TV ANDROID

Miliki Televisi dengan Program Canggih tanpa harus Ganti Tv Anda 👍

Seperti punya Hp dan Komputer Plus Televisi dengan Siaran Dalam juga Luar Negeri 

HEMAT DAN CERDAS ADALAH PILIHAN 😆

Sekarang ngak zamannya lagi punya TV tapi bayar biaya bulanan,

Ibarat Anda masih membayar Telpon Kabel padahal Smart Phone atau Handphone udah ada,

Andai TV kabel 80ribu perbulan maka Anda dapat Irit hampir 1juta per tahun 👍

Kami BM70COM menawarkan pada Anda Alat yang dapat menjadikan TV Anda seperti Smart TV dan  mendapatkan hampir semua Siaran Dalam dan Luar Negeri, bahkan menjadikan TV Anda seperti Komputer walau hanya TV Tabung,

Bahkan TV Anda seperti Smart Phone, Anda disana bisa Browsing, Youtube, juga Instal Aplikasi Android, dsbnya,

Buruan Pesan pada Kami, Harga Alat tersedia mulai 350ribu, 500rb, 650rb dan 1,75juta

Untuk putra - putri Anda mencari Tugas, Anda lebih bisa mengontrol atau mengawasi pemakaian Anak Anda dibanding memakai Hp,

Untuk pantau CCTV juga bisa

Anda berminat ? Hubungi  Kami BM70COM Alamat Desa Harapan Duri, Www.bm70.com

Sabtu, 30 Mei 2020

RENCANA DISKUSI ILMIAH UGM MENJADI TEROR BAGI PANITIA & PEMBICARA



kira2 jika anda diancam ? diteror ? apa nyaman ?

kegagalan,

ketidak mampuan,

hendaknya jangan mengorbankan rakyat !

terutama civitas akademis,

yang notabene adalah asset bangsa

"Berbagai terror dan ancaman dialami oleh pembicara, moderator, narahubung, serta kemudian kepada ketua komunitas 'Constitutional Law Society' (CLS) mulai dari pengiriman pemesanan ojek online ke kediaman, teks ancaman pembunuhan, telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka," jelas Sigit.
Setidaknya, ada dua nomor telepon yang memberikan ancaman pembunuhan. Mereka mengatasnamakan salah satu organisasi masyarakat dalam teks yang dikirimkamnya.
Pesan bernada ancaman tersebut di antaranya "Saya akan bunuh keluarga bapak semuanya kalo gabisa bilangin anaknya". Lalu pesan lainnya juga bernada ancaman yang hampir mirip yaitu "Tolong serahin diri aja. Saya akan bunuh satu keluarga ***"

detail copas dari gatra dot id

seperti gara2 seorang penjilat !

Rencana diskusi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dituding sebagai aksi makar, hingga berujung teror pada penyelenggara dan keluarganya, sampai akhirnya dibatalkan. FH UGM mengecam aksi teror itu dan siap melindungi kegiatan akademik sivitasnya.

Dekan FH UGM Sugeng Riyanto menjelaskan kegiatan tersebut murni diskusi ilmiah sesuai minat dan konsentrasi keilmuan mahasiswa di bidang hukum tata negara. Komunitas mahasiswa “Constitutional Law Society” sedianya menggelar diskusi online bertema “Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan”, Jumat (29/5).

Mahasiswa membuat poster diskusi yang semula berjudul “Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan” itu. Poster ini lantas tersebar dan beredar viral di media sosial sehari sebelum acara digelar.

"Viralnya poster ini diduga salah satunya, dipicu oleh tulisan seorang bernama: Ir. KPH Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc, Lic.Eng, Ph.D yang berjudul “Gerakan Makar di UGM Saat Jokowi Sibuk Atasi Covid19” di laman tagar.id," kata Sugeng dalam siaran pers, Jumat (29/5).

Bagas adalah dosen Fakultas Teknik UGM. Soal rencana diskusi itu, Bagas menulis, “Inikah demokrasi, pada saat bangsanya sibuk bergotong-royong mengatasi pandemic Covid-19, kelompok sampah ini justru malah mewacanakan pemecatan Presiden. Ini jelas makar dan harus ditindak jelas.”

Menurut Sugeng, mahasiswa telah mengubah judul di poster, disertai permohonan maaf dan klarifikasi maksud dan tujuan diskusi di akun Instagram “Constitutional Law Society”. Saat itu, pendaftar peserta diskusi ini mencapai sekitar 250 orang.

"Tanggal 28 Mei 2020 malam, teror dan ancaman mulai berdatangan kepada nama-nama yang tercantum di dalam poster kegiatan: pembicara, moderator, serta narahubung. Berbagai terror dan ancaman dialami oleh pembicara, moderator, narahubung, serta ketua komunitas CLS," tutur Sugeng.

Teror itu berupa pengiriman pemesanan ojek online ke kediaman, teks ancaman pembunuhan, telepon, hingga kedatangan beberapa orang. Teror bukan hanya menyasar penyelenggara diskusi, tetapi juga anggota keluarga mereka, termasuk orang tua mahasiswa.

Salah satu ancaman berbunyi, “Bilangin ke anaknya. Suruh datang ke polres sleman. Kalo gak apa mau dijemput aja? Atau gimana? Saya akan bunuh keluarga bapak semuanya kalo gabisa bilangin anaknya.”

Menurut Sugeng, selain mendapat teror, nomor telepon dan akun media sosial anggota CLS diretas. Peretas menyalahgunakan akun media sosial itu untuk menyatakan pembatalan diskusi, sekaligus mengeluarkan semua peserta di grup diskusi.

Akun instagram CLS pun tidak dapat diakses lagi. "Demi alasan keamanan, pada siang itu untuk hari tanggal 29 Mei 2020 siang, mahasiswa penyelenggara kegiatan memutuskan untuk membatalkan kegiatan diskusi tersebut," kata Sugeng.

Atas kejadian ini, FH UGM  menyatakan tetap mengapresiasi dan mendukung kegiatan diskusi akademik mahasiswa  tersebut. "Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kebebasan akademik dan kebebasan berpendapat yang selayaknya kita dukung bersama," kata Sugeng.

FH UGM juga mengecam sikap dan tindakan intimidatif terhadap rencana kegiatan diskusi yang berujung pada pembatalan. Hal ini bentuk ancaman nyata bagi mimbar kebebasan akademik, apalagi dengan menjustifikasi sepihak secara brutal bahkan sebelum diskusi dilaksanakan.

"FH UGM mendorong segenap lapisan masyarakat untuk menerima dan menghormati kebebasan berpendapat dalam koridor akademik, serta berkontribusi positif dalam menjernihkan segala polemik yang terjadi di dalam masyarakat," kata Sugeng.

Selain itu, kampus juga mengecam berita provokatif dan tidak berdasar terkait dengan kegiatan akademis tersebut hingga tersebar di berbagai media dan memperkeruh situasi. Hal ini mengarah pada perbuatan pidana penyebaran berita bohong, serta pencemaran nama baik.

"FH UGM perlu menyampaikan pentingnya kesadaran hukum kepada seluruh masayarakat untuk tidak melakukan tindakan kejahatan dan pelanggaran hukum, utamanya yang menyebabkan kerugian bagi pihak lain dan masyarakat umum," tutur Sugeng.

Sugeng menyatakan FH UGM berempati pada keluarga mahasiswa yang mendapat tekanan psikologis akibat ancaman teror, terlebih saat pandemi. "Fakultas Hukum UGM perlu melindungi segenap civitas akademika, termasuk semua yang terlibat di kegiatan tersebut, terlebih dengan terjadinya intimidasi, teror, dan ancaman kepada pihak-pihak di dalam kegiatan tersebut, termasuk keluarga mereka," tuturnya.

Menurutnya, FH UGM telah mendokumentasikan segala bukti ancaman tersebut. "Kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka melindungi segenap civitas akademika FH UGM serta pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa ini," ujarnya.


Selasa, 19 Mei 2020

PAKET KETENGAN JEBAKAN MEMAKAN PULSA

Di Negara Kita +62

benar-benar hak Konsumen telah nyaris habis

apa sebab ?

jika itu pelaku adalah Raksasa,

maka jangan harap digubris,

percayalah ini bukan bohong

tapi Fakta !

Paket Ketengan di satu Sisi okelah katakan

semacam kemudahan,

namun dibalik semua itu,

tahukah Anda ?

Apa mungkin HP Kita hp untuk Whatsapp ?

atau Facebook ? atau Youtube saja ?

maka tanpa sadar,

jika Kita membeli Paket ketengan,

pengalaman lho ini,

memang Terjebak Kita dengan Harga Murahnya,

tapi apa Akibat,

Pulsa Utama Kita HILANG,

karena tak mungkin Kita hanya aktifkan hanya Whatsapp ?

maka disinilah disebut Paket Ketengan 

adalah Jebakan atau Perangkat Manis si Operator 

dalam Rangka Menelan PULSA KONSUMEN !

disini berhati-hatilah,

kecuali memang Pulsa Kita Kosong alias tak ada !













Minggu, 03 Mei 2020

SANGAT BERHATI-HATILAH DENGAN KEMUSYRIKAN

Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat dan ada yang masuk neraka karena seekor lalat pula.”
Para sahabat bertanya: “Bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah?
Rasul menjawab: “Ada dua orang berjalan melewati sebuah kaum yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sesuatu untuknya terlebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu di antara kedua orang tadi: “Persembahkanlah sesuatu untuknya!” Ia menjawab: “Saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan”, mereka berkata lagi: “Persembahkan untuknya walaupun seekor lalat!” Maka iapun mempersembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka membiarkan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk ke dalam neraka. Kemudian mereka berkata lagi kepada seseorang yang lain: “Persembahkalah untuknya sesuatu!” Ia menjawab: “Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk ke dalam surga” (HR. Ahmad).

Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang terkadang terjatuh dalam kesyirikan dan ia tidak menyadarinya.
Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh Menjelaskan,

في هذا الحديث التحذير من وقوع في الشرك لأن الإنسان قد يقع فيه و هو لا يدرى أنه من الشرك الذي يوجب النار

“Dalam hadits ini terdapat peringatan keras agar tidak terjerumus dalam kesyirikan, karena manusia terkadang terjerumus dalam kesyirikan padahal ia tidak menyadarinya bahwa itu dapat memasukkan ke dalam neraka.” (Fathul Majid hal. 200).

Katanya BUKALAPAK juga di Hack ?



Seorang peretas asal Pakistan dengan nama samaran Gnosticplayers mengklaim telah mencuri jutaan akun dari sejumlah situs populer di dunia. Dua di antara situs tersebut berasal dari Indonesia, yakni Bukalapak dan YouthManual. Menanggapi kabar ini, Bukalapak mengonfirmasi memang pernah ada upaya dari hacker untuk meretas situs Bukalapak beberapa waktu lalu. Namun, e-commerce itu mengatakan bahwa tidak ada data pengguna yang berhasil dicuri peretas. Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono memastikan bahwa data penting pengguna, seperti password, rekaman finansial, serta informasi pribadi lain milik pengguna, aman dari serangan hacker. Baca juga: Hacker Klaim Jual 26 Juta Akun Internet, 2 Situs Indonesia Masuk Daftar? "Kami selalu meningkatkan sistem keamanan di Bukalapak demi memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak, dan memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan," ujar Intan.  "Upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital," lanjutnya melalui keterangan resmi yang dilayangkan kepada KompasTekno, Senin (18/3/2019). Meski demikian, sebagai langkah pengamanan tambahan, Intan mengimbau para pengguna secara rutin mengganti password dan mengaktifkan sistem keamanan dua langkah (two-factor authentication). "Kami juga menyarankan menjaga kerahasiaan password Anda dan menggunakan security guide yang sudah disediakan Bukalapak," katanya. Dijual di pasar gelap Sebelumnya, peretas asal Pakistan dengan nama samaran Gnosticplayers mengatakan telah mencuri data 26 juta akun online dari 6 situs internet. Dari jumlah itu, sebanyak 13 juta akun disebut berasal dari Bukalapak dan 1,12 juta dari YouthManual. Situs lain yang juga menjadi sasaran pencurian akun adalah GameSalad (1,6 juta akun), Lifebear (3,86 juta akun), EstanteVirtual (5,45 juta akun), dan Coubic (1,5 juta akun). Database dari jutaan akun online tersebut dijual di pasar gelap internet di dark web dengan harga 1,2431 Bitcoin atau sekitar 5.000 dollar AS (Rp 71 juta). Baca juga: 8 Aplikasi Populer di Android Diam-diam Curi Data Pengguna Namun, sang peretas tidak memberikan keterangan lebih lanjut soal informasi apa saja yang dicuri dari akun-akun ini, di luar menyebutkan jumlahnya saja. Sebelumnya, peretas Gnosticplayers sudah pernah menjual akun curian dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama, dia menjual sebanyak 620 juta akun yang dicuri dari 16 situs populer di dunia. Kemudian pada tahap kedua, Gnosticplayers menjual setidaknya 127 juta akun dari delapan situs populer. Pada tahap ketiga, ada sebanyak 92 juta akun dari delapan situs populer.

Sumber tekno.kompas.com/read/2019/03/18/11470067/bukalapak-bantah-jutaan-akun-penggunanya-dicuri-hacker

Kesimpulannya TAK SEMUDAH ITU MENGHACKER !

yang bisa itu Kali FISHING 👀


Siapa underthebreach.com twitter.com/underthebreach



Saat ini,

Publik Indonesia 

terutama Pemain Toko Online 

lagi Ribut

Soal Tokopedia,

nah,

Saya akan bahas,

tentang

si Pembuat Berita Asal,

yakni 


Websitenya sih ngak begitu dibuka Orang,

ini ada semacam keanehan,

tapi Twitternya

Lumayan Ramailah


Mengakunya

dari Israel,

tapi Saya baca Datanya

dari USA
bagi Saya 10 dan 11

Kalau Israel dan USA

Ibarat orang Beradik Kakak

atau malah dapat dikatakan 

Orang Kembar,

dari sini Saya

Faham,

ini sebenarnya BISNIS

dan POLITIK

yang dicampur 

dalam sebuah Adonan KUE  😁






Sabtu, 02 Mei 2020

Kasus Bocor 15juta Database Pengguna Tokopedia


Update hari ini Ahad 03 Mei 2020 

bahkan 91 juta Data Pengguna, 

berdasarkan Info Detik dan Kominfo 








Menyikapi berita Kompas,

https://tekno.kompas.com/read/2020/05/02/21442127/data-15-juta-pengguna-tokopedia-diduga-bocor

menurut Saya 😊

Bukan bocor tapi sengaja DIBOCORKAN,  hati2 aja yang punya OVO dalam jumlah besar tempo hari Saya juga pernah alami Dana orderan hampir 10juta ( maks ) STACK tak bisa dipakai ada 3 hari kalau tak salah, Saya yakin ini PERMAINAN ORANG DALAM,  seperti kasus Bank Mandiri beberapa  waktu yang lalu  yang diberita kebobolan, yang ke Masyarakat saja ngak diberitakan tapi para Security  ada tetangga Saya juga ( bocor karena 1 perusahaan )  beritahu kalau beberapa Orang dalam Bank ditahan secara internal dan tidak dipolisikan, asal kembalikan Dana tsb meski bertahap, kenapa ?
karena kalau diekspos kan bisa rusak reputasi Bank Mandiri,
buktinya kan hingga sekarang kasus tersebut diam dan didiamkan,
dan merekalah yang nyatanya bekerjasama mainkan Rekening Nasabah,



kalau secara TEORI karena Saya juga orang IT
bahwa yang namanya DATABASE sangat rumit untuk dibobol
1. Ada sistem Whitelist IP artinya hanya Ip tertentu yang bisa Akses,
2. Bahkan Sistem Pengenalan Device yang akan Akses
3. Belum lagi untuk Akses Database ada yang namanya User tertentu
ngak bisa sembarang Orang, ada Hak Akses juga password yang sangat rumit
4. dan ke Akun juga ada  Sistem Password berlapis hingga OTP
apalagi akun sistem OTP ke Handphone,  kecuali jika artinya dalam sistem
atau yang dimainkan oleh pemilik Website Sendiri,
( ini baru masuk akal dan seterusnya )
Pemilik Website Siapa ?
yang punya Usaha tsb,
sehingga Nasabah ngak tahu,
maka Hal ini adalah hal biasa ⚠
atau Lumrah

DAN BAGI ANDA YANG PUNYA UANG ONLINE DALAM JUMLAH BESAR,
YA CUKUP WASPADA SAJA,
JANGAN PERNAH MELETAKKAN TELUR DALAM 1 KERANJANG !

Mukidi CS sedang PANIK 😆

Semoga Faham Maksud Saya hehehe

SINYAL TELKOMSEL TAK ADA



Saat Pandemi Corona atau Covid19

melanda negeri ini,

disaat Hoax Operator Besar tersebar

tentang Internet Gratis,

malahan sebenarnya Saya lihat makin Mahal,

cari kesempatan dalam kesempitan,

malah sekarang

SINYAL TELKOMSEL TIDAK ADA ,

SINYAL TELKOMSEL HILANG 

BAHKAN DI BANYAK KARTU


ada apa ?

dihubungi Customer Service

sangat kurang ajar,

hanya Robot yang menawari Kuliner  ?

mana masuk ke Sistem lagi susah,

memang 

di negeri +62 ini

tak dapat dipungkiri

Layanan Publik jauh dari Baik

semua berpihak pada Mafia,

atau memberi untung pada penguasa

maka itulah Prioritas

Warga dilarang keluar rumah

dilarang aktifitas

namun Asing Aseng malah dimasukkan

ke negeri ini,

ada apa ??????


Jumat, 01 Mei 2020

BANTUAN LEMPAR LANGSUNG, Ada yang Mau ? Gini Caranya







Di Copy dari Beberapa Sumber

https://www.edunews.id/news/politik/bantuan-langsung-lempar-jokowi-gunakan-apbn

EDUNEWS.ID – Kalangan aktivis pergerakan menyoroti kegiatan Presiden Joko Widodo membagi-bagikan “bantuan langsung” kepada masyarakat dalam setiap kunjungan ke daerah.

Sejauh ini di antara yang paling disoroti adalah pembagian sepeda kepada anggota masyarakat yang dapat menjawab kuis dari Jokowi. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Jokowi kepada calon penerima sepeda, biasanya anak-anak, kerap dianggap hanya mengedepankan aspek lucu dan menghibur semata.


Selain itu kalangan aktivis juga menyoroti kebiasaan Jokowi melemparkan bantuan dari dalam mobilnya. Ini yang kemudian melahirkan istilah baru di kalangan aktivis, “Bantuan Langsung Lempar”.

Belakangan Ketua Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule, mempertanyakan penggunaan APBN di balik pengadaan tas yang digunakan dalam aksi “Bantuan Langsung Lempar” yang ditenderkan oleh Kementerian Keuangan dengan menggunakan dana APBN.

“Wah, ternyata, “Bantuan Langsung Lempar” menggunakan dana APBN dan ditenderkan pula agar tampak seperti layaknya proyek-proyek APBN lainnya,” kata Iwan Sumule, dalam perbincangan dengan redaksi.

Menurut Iwan Sumule, aksi Jokowi membagikan “Bantuan Langsung Lempar” terkesan dan tampak seperti sedang kampanye Pilpres 2019, selain tidak mendidik.

“Melempar paket bingkisan dari dalam mobil kepada rakyat, mempertontonkan sebuah prilaku tak beradab seorang pemimpin kepada rakyatnya. Gagalnya sebuah revolusi mental, nawa cita dan trisakti. Jadi sudah pantas tahun 2019 kita ganti presiden,” demikian Iwan Sumule.

https://www.netralnews.com/news/nasional/read/210808/puji.soeharto..sindir.jokowi..tengku.zul

NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengenang masa kepemimpinan Presiden kedua, Soeharto. 

Menurutnya, saat Soeharto berkuasa, harga sembako dibuat murah dan tidak ada yang berani bermain harga kebutuhan pokok. 

"Saat Bapak ini berkuasa sembako dan sembilan bahan pokok dibuat murah. Bahkan sampai harga telor, cabe keriting, garam, gula dibacakan pak Harmoko. Tdk ada yg berani spekulasi harga," tulis Tengku Zul di akun Twitternya, Rabu (29/4/2020). 

Tengku Zul lantas membandingkan apa yang dilakukan penguasa rezim Orde Baru itu dengan rezim sekarang, dimana ia menyindir soal cara pemberian sembako kepada masyarakat dari dalam mobil dinas.

"Tidak perlu melemparkan sembako dari mobil dinas atau pribadi. Cukup buat harganya murah. Titik," cuit @ustadtengkuzul.

Sebelumnya, aksi bagi-bagi sembako dari dalam mobil sudah beberapa kali dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Foto dan video Jokowi membagikan paket sembako banyak beredar di media sosial. 

Terbaru, Presiden Jokowi dibantu Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) membagikan paket sembako dari dalam mobil di Bogor, Jawa Barat pada Minggu (26/4/2020) yang videonya viral di media sosial. 

Dalam video berdurasi 59 detik itu terlihat iring-iringan kendaraan Presiden melintas di salah satu ruas jalan, kemudian beberapa kendaraan yang berada di depan dan belakang mobil yang ditumpangi Presiden membagikan sembako kepada warga di pinggir jalan. 

Presiden yang berada di mobil sedan berwarna hitam tampak melambaikan tangan kepada warga lalu menunjuk ke arah belakang, dimana ada mobil minibus yang membawa paket sembako untuk dibagikan ke warga tersebut.