Email
ciyus follow our fb ? klik saja logo facebook
| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Sudirman Simpang Desa Harapan Duri Riau 28884 |
| ☎ Telpon / Sms / Wa : 0852 7811 1234 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan

Rabu, 20 Februari 2019

List Daftar Verified Member Akun Whatsapp

Berikut Daftar Verified Member Whatsapp,
untuk Akun Online lain silahkan KLIK DISINI

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

List Daftar Verified Member Akun Instagram

Berikut Daftar Verified Member Instagram,
untuk Akun Online lain silahkan KLIK DISINI

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

List Daftar Verified Member Akun FACEBOOK

Berikut Daftar Verified Member Facebook,
untuk Akun Online lain silahkan KLIK DISINI

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

List Daftar Verified Member beberapa Akun Online


Berbelanja Online yang Aman dan Nyaman,
adalah Keinginan setiap Netizen,

Berikut Daftar Verified Member,
yakni Akun yang telah memberikan Data KTP

( KTP yang difoto )

dan sejauh pantauan Tim Kami yang masuk List adalah Valid,



4. DLL

PENTING :

* Kami tidak bertanggung jawab, jika ada Pemberian Data Palsu
* Tetap hindari Transaksi Besar tanpa Ketemuan
* Jika COD tetap bertransaksilah ditempat keramaian, yang dirasa Aman
* Kalau perlu bawalah Teman atau Keluarga menemani Transaksi


Selasa, 12 Februari 2019

POLISI yang ngak benar, lapor ke PROPAM pakai aplikasi


Pekanbaru - Oknum anggota polisi nakal di jajaran Polda Riau kini harus berpikir dua kali untuk bertindak melanggar hukum. Sebab, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Riau telah meluncurkan aplikasi untuk meningkatkan peran masyarakat dalam melaporkan tindakan pelanggaran yang dilakukan oknum anggota polisi.
"Sebenarnya, aplikasi ini telah diluncurkan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Maret lalu. Nama aplikasinya 'Propram Riau'," ujar Kepala Bidang (Kabid) Propam Polda Riau, Komisaris Besar (Kombes) Pitoyo Agung Yuwono di Pekanbaru, Riau, Rabu (3/5).
Dijelaskan, aplikasi berbasis sistem Android itu mulai dikembangkan sejak September tahun lalu. Aplikasi tersebut dibuat karena ada pemikiran untuk meningkatkan peran masyarakat dalam melaporkan perilaku anggota polisi yang melanggar aturan.
"Berdasarkan pengamatan kami, selama ini masyarakat takut untuk melaporkan oknum polisi nakal ke Propam. Ibaratnya, melaporkan polisi ke polisi juga. Masyarakat khawatir identitas mereka diketahui oknum polisi nakal itu," ujar Pitoyo.
Dia menegaskan, identitas masyarakat yang melaporkan tindakan indisipliner anggota polisi pada aplikasi Propam Riau dijamin kerahasiaannya. Melalui sistem yang dikembangkan, hanya pimpinan yang tahu identitas masyarakat pelapor. Identitas warga itu diperlukan agar anggota Propam bisa menghubungi kembali dalam rangkat penyelidikan.
"Masyarakat yang hendak melapor harus mengisi identitas lengkap. Mulai dari nama, nomor telepon, hingga peristiwa yang dilaporkan. Bahkan, masyarakat bisa mengirim foto terkait peristiwa itu. Melalui sistem di dalam aplikasi itu, laporan yang bocor akan diketahui pelakunya," kata Pitoyo.
Dijelaskan, masyarakat juga bisa memantau perkembangan tindak lanjut laporan mereka. Masyarakat bisa mempertanyakan bila ada laporan mereka yang tidak ditindakllanjuti oleh Propam Riau.


Kepercayaan
Pitoyo mengatakan, tujuan jangka panjang dari keberadaan aplikasi itu adalah untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Artinya, semakin banyak laporan yang masuk, maka itu menunjukkan bahwa publik semakin percaya kepada Polri.
Dia mengungkapkan, sebelum ada aplikasi tersebut, laporan masyarakat yang masuk masih sangat sedikit. Masyarakat masih enggan untuk datang ke kantor Propam untuk melaporkan tindakan oknum anggota Polri.
Namun, lewat aplikasi itu, masyarakat tidak perlu datang ke Propam untuk melapor. Bahkan, dalam pemeriksaan kasus yang dilaporkan, warga pelapor juga tidak perlu datang. Penyelidik Propam yang datang untuk mencari informasi.
"Setelah ada aplikasi, laporan yang masuk bisa sampai 10 setiap hari. Sebenarnya masih sangat sedikit, tetapi jauh lebih baik dari sebelumnya. Bahkan, 70% operasi tangkap tangan (OTT) yang kami lakukan berkat adanya laporan masyarakat," kata Pitoyo.
Dia juga menegaskan, target utama Propam Riau melalui aplikasi ini bukan dari sisi jumlah laporan yang masuk. Pihaknya justru ingin aga kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin tinggi. "Jadi, ukurannya bukan jumlah, melainkan masyarakat yang semakin tertib. Dengan kepercayaan yang tinggi terhadap Polri, masyarakat pun akan semakin tertib," katanya.
Dari sisi aparat, keberadaan aplikasi pengaduan masyarakat itu membuat mereka mulai berpikir dua kali untuk melakukan pelanggaran. Pasalnya, Pitoyo menjamin, setiap laporan yang masuk segera ditindaklanjuti.
Aplikasi itu tidak hanya berguna bagi masyarakat awan, tetapi juga bagi anggota Polri sendiri. "Pernah ada anggota polisi yang mengadukan atasannya melalui aplikasi ini. Anggota itu melapor bahwa atasannya memotong uang operasional yang menjadi jatahnya. Kami segera kirim penyelidik dan ternyata benar. Atasan anggota polisi itu kami tindak dan beri sanksi," ujarnya.
Pitoyo juga menegaskan bahwa pihaknya tetap memperhatikan hak-hak setiap anggota Polri. Setelah menjalani sanksi atau hukuman yang dijatuhkan kepadanya, hak-hak personel itu dipulihkan kembali. "Kami tidak ingin seperti pepatah yang mengatakan, 'jasa tak terhimpun, dosa tak terampun'. Bila hukuman dan sanksi telah dijalani, maka hak-hak anggota itu dikembalikan sepenuhnya," kata dia.
Di dalam sistem Propam, tuturnya, kepastian hukum anggota yang diduga bermasalah juga menjadi perhatian. Bila ada personel yang dilaporkan masyarakat, mereka memiliki catatan personel (catpers) pribadi.
Anggota polisi itu bisa mengecek sejauh mana penanganan kasus yang dituduhkan kepadanya. "Jadi, ada kepastian hukum, kapan kasus tersebut ditangani dan sudah sejauh apa penanganannya," kata dia.
Sumber : Berita Satu Com 3 mei 2017

Selasa, 18 Desember 2018

Cara Terminasi atau CRIMPING kabel Fibre Optic secara Murah Meriah

Terminasi adalah sebuah teknik memasang konektor di ujung kabel FO. Istilah terminasi tidak jauh berbeda dengan istilah crimping. Jika istilah crimping digunakan untuk kabel ethernet, maka terminasi adalah istilah untuk kabel FO. Sebelum mulai menjelaskan cara melakukan terminasi kabel FO, sebelumnya saya akan paparkan beberapa alat yang digunakan dalam terminasi ini. Yaitu:


1.   Kabel FO yang akan diterminasi
2.   Konektor (yang digunakan disini adalah konektor SC)
3.   Tang Crimping khusus kabel FO
4.   Lem konektor
5.   Pengering lem
6.   Amplas
7.   Koin pengamplas
8.   Bolpen pemotong core
9.   Scope kit (mikroskop)
10. Suntikan 
11. Alkohol dan tisu
12. Lakban untuk menempelkan sisa potongan core

Berbeda dengan crimping untuk kabel ethernet, terminasi kabel FO membutuhkan waktu yang lebih lama dan tool yang lebih banyak. Jika anda membeli sebuah termination toolkit, niscaya anda akan mendapatkan alat-alat nomor 3 hingga nomor 9. 

Setelah perangkat siap. Kita bisa mulai melakukan terminasi di tempat yang tenang dan terang dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Masukkan selongsong ujung konektor SC terlebih dahulu ke kabel. Hal ini sengaja dilakukan di awal untuk mengantisipasi kalau-kalau kita lupa. Jangan sampai konektor sudah menempel rapi di ujung kabel tapi selongsong konektor lupa kita masukkan.




2. Kelupas kulit luar kabel kurang lebih sepanjang 3 cm. Potong juga serabut pelindung kabel dan sisakan kurang lebih 5 mm. (Pada kabel indoor, hanya dua kulit yang perlu dikupas sebelum menemukan core FO)


3. Kelupas kulit dalam kabel kurang lebih sepanjang 2 cm. Ketika mengelupas kulit bagian dalam, tangan yang memegang tang tetap lurus searah kabel, tidak membelokkan ke atas atau ke bawah agar kaca/core tidak patah. Juga dianjurkan untuk tidak mengelupasnya langsung sepanjang 2 cm, tapi dilakukan secara bertahap dan perlahan. Setidaknya dilakukan 3 kali pengelupasan (kira-kira setiap 7 mm) untuk mengelupas kulit dalam sepanjang 2 cm. Hal ini dilakukan agar tidak terlampau berat ketika melakukan pengelupasan. Karena kalau kulit kabel yang akan kita kelupas berat, otomatis kita akan mengeluarkan tenaga secara maksimal yang dikhawatirkan kita tidak bisa mengendalikan tangan kita tetap lurus searah kabel.


4. Masukkan lem ke dalam lubang tengah konektor. Untuk mempermudah, terlebih dahulu masukkan lem ke dalam suntikan. Setelah itu, dari lubang jarum suntik baru kita masukkan lem hingga terlihat warna kehijauan di ujung luar konektor (keramik).



5. Bersihkan core kabel dengan menggunakan tisu yang mengandung alkohol. (Boleh juga dengan tisu biasa yang dibasahi dengan alkohol)



6. Keringkan core dengan pengering. Hal ini dilakukan agar lem yang ada di bagian dalam konektor segera kering jika bertemu dengan core yang sudah disemprot pengering. Ada dua jenis pengering yang bisa digunakan, yang berbentuk semprotan (seperti terlihat di gambar) atau yang berbentuk kuas.


7. Masukkan core kabel ke dalam lubang konektor. Ketika memasukkan kabel, tangan kita harus terus bergerak hingga ujung core keluar dari lubang konektor. Jika tangan kita diam sedikit saja (kurang lebih 3 detik) kemungkinan core sudah menempel dengan konektor.
Karena lubang konektor yang kecil dan dikhawatirkan sulit untuk langsung memasukkan core ke dalam lubang konektor, mungkin bisa menggunkan teknik lain dengan cara memasukkan core terlebih dahulu ke dalam lubang konektor. Setelah core berhasil masuk ke dalam lubang konektor, oleskan pengering pada sisa core yang keluar dari lubang konektor. Setelah itu tarik kembali core ke dalam konektor agar pengering bisa bertemu dengan dengan lem. lalu segera dorong lagi core keluar konektor.


8. Potong sisa core yang keluar dengan bolpen pemotong. Pada prakteknya istilah memotong core ini lebih dekat dengan mengiris core. Karena kita tidak langsung memotong kabel dengan pemotong, melainkan mengiris sisa core secara melingkar mengikuti silinder core. Yang perlu diperhatikan adalah, iris sisa core secara perlahan agar tidak langsung putus. 


9. Jika sudah selesai diiris dengan pemotong, selanjutnya mengambil sisa core tadi dengan tangan. Ya dengan tangan. Jika core sudah terpotong ketika kita mengirisnya dengan menggunakan pemotong, kemungkinan core akan patah di dalam konektor. Tapi jika sisa core kita cabut, maka core akan patah di luar konektor. (Sisa potongan core HARUS dibuang dengan baik, jangan sampai sisa potongan core yang terbuat dari kaca itu melukai atau masuk ke tubuh anda/orang lain. 


10. Setelah selesai dipotong, masih tersisa sedikit core di permukaan keramik. Langkah selanjutnya, kita akan merapikan sisa potongan core dengan menggunakan amplas khusus kabel FO. Ada dua tahapan mengamplas untuk menghasilkan terminasi yang bagus. Tahap pertama adalah mengamplas lembut sisa core dengan cara menggerakkan amplas pada keramik konektor dengan tekanan yang lembut. Hal ini dilakukan kurang lebih selama 10 detik.


11. Jika sudah diamplas lembut, selanjutnya diamplas sempurna hingga tiada lagi sisa core di permukaan keramik. Caranya, letakkan sebuah alas yang lembut (seperti mousepad) diatas bidang rata, kemudian letakkan amplas FO diatasnya. Masukkan konektor ke dalam koin pengamplas, lalu pegang konektor kabel dan gerakkan sehingga membentuk angka 8, agar seluruh permukaan keramik teramplas sempurna. Lakukan hal ini kira-kira 20 detik. Setelah selesai, coba perhatikan permukaan keramik konektor. Hasil mengamplas yang bagus akan menghasilkan permukaan keramik yang rata dan halus.


12. Lakukan pengujian hasil terminasi dengan menggunakan mikroskop khusus. Jika di dalam mikroskop tampak sebuah lingkaran bulat sempurna bisa dipastikan terminasi berjalan dengan baik. Jika yang tampak adalah lingkaran tidak sempurna (hanya separo, atau ada yang cuil, atau ada lubang putih di dalam lingkaran hitam), kemungkinan besar anda harus melakukan terminasi ulang.
  
13. Langkah terakhir. Tutup ujung konektor dengan rumah konektor


Kabel FO telah selesai diterminasi. Jika kabel tidak langsung ingin digunakan, sebaiknya ujung konektor ditutup dengan plastik penutup permukaan keramik konektor.



Diantara sekian banyak video tutorial cara terminasi kabel FO, saya temukan satu yang menurut saya paling baik. Jika dikombinasikan dengan tutorial diatas, anda akan lebih mudah memahami proses terminasi.

copy dari renzanablogspotcom/2013/01/cara-terminasi-kabel-fiber-optic...html


Selasa, 27 November 2018

jasa upgrade service tukar tambah cctv

Kami Toko BM70COM
Alamat :
Jalan Sudirman simpang desa harapan
Duri Riau
Hp / Wa : 0852 7811 1234

Menerima jasa upgrade,
Tukar tambah cctv
Agar anda dapat produk " NOW "

Agar toko atau rumah anda
Dapat anda pantau secara live
Baik lewat komputer ataupun HP

Kami juga melayani
* setting internet cctv
* pasang baru cctv
* service cctv

Dll