Website atau Domain www. D U R I R I A U .com ini dijual, hubungi 0852 7811 1234 (telp/sms/wa)



Email

| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Sudirman Simpang Desa Harapan Duri Riau 28884 |
| ☎ Telpon / Sms / Wa : 0852 7811 1234 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan

Senin, 29 Desember 2014

Say No Untuk Toleransi yang tidak benar !

sekali lagi toleransi agama itu bukan mengikuti ritual agama lain, atau mencampurkan ritual kita dengan agama lain
menjaga diri dari mencampuri, membiarkan penganut agama lain sesuai keyakinan mereka, itulah toleransi yang dicontohkan dalam Islam
bukan toleransi bila justru melanggar aturan agama sendiri, dengan alasan menghargai pemeluk agama lain, kebablasan namanya
toleransi harus dikembalikan pada asanya, menghargai agama lain dari cara pandang agama kita, bukan malah ikut dan larut ke agama lain
misalnya, sebentar lagi, saudara kita Nasrani merayakan natalan, maka biarlah itu jadi hari raya mereka, bukan hari raya kita
karenanya tidak perlu repot memakai atribut natal, mengucap selamat natal, karena itu hari raya mereka, biarkan dan hargai saja
jangan sampai malah, karena dalih toleransi, aturan agama sendiri dilanggar, yang ada malah maksiat, atau malah mendukung kekufuran
bergaul dan bermuamalah dengan siapapun manusia boleh, Islam sangat menghormati manusia, tapi akidah dan ibadah? sendiri-sendiri
kita tahu bahwa akidah itu dasar keyakinan, yang diatasnya agama dibangun, termasuk akidah Nasrani saat ini, meyakini Yesus itu Tuhan
bagi Nasrani, 25 Desember adalah hari kelahiran 'Tuhan Yesus', itu akidah mereka, maka mengucapkan selamat natal itu bagian akidah
"yang penting niatnya nggak gitu, hati aku masih yakin Islam" | wilayah niat itu bukan urusan kita, makanya Islam menata yang terlihat
"ini kan cuma ucapan, nggak sampai segitunya kali" | nah, bila hanya ucapan saja, mengapa dibela-belain?
aturan Islam itu disusun atas 4 hal, Al-Qur'an, As-Sunnah, ijma sahabat dan qiyas, aturan Islam bukan karena katanya atau kayaknya
bahkan ulama-ulama besar telah merangkum tentang hal ini, bahwa haramnya terlibat dalam perayaan agama lain
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan, “Sebagaimana mereka (kaum Musyrik) tidak diperbolehkan menampakkan syiar-syiar mereka, maka tidak diperbolehkan pula bagi kaum Muslim menyetujui dan membantu mereka melakukan syiar itu serta hadir bersama mereka. Demikian menurut kesepakatan ahli ilmu.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ahkâm Ahl al-Dzimmah, juz 1. hal. 235).
perayaan natal jelas bagian syiar mereka, maka mengucap selamat, beratribut natal, menghadiri acaranya, kesemuanya tidak dibolehkan
Abdul Malik bin Habib, salah seorang ulama Malikiyyah menyatakan, “Mereka tidak dibantu sedikit pun pada perayaan hari mereka. Sebab, tindakan merupakan penghormatan terhadap kemusyrikan mreka dan membantu kekufuran mereka. Dan seharusnya para penguasa melarang kaum Muslim melakukan perbuatan tersebut. Ini adalah pendapat Imam Malik dan lainnya. Dan aku tidak mengetahui perselisihan tentang hal itu” (Ibnu Taimiyyah, Majmu’ al-Fatâwâ, juz 6 hal 110).
Abu al-Qasim al-Thabari mengatakan, “Tidak diperbolehkan bagi kaum Muslim menghadiri hari raya mereka karena mereka berada dalam kemunkaran dan kedustaan (zawr). Apabila ahli ma’ruf bercampur dengan ahli munkar, tanpa mengingkari mereka, maka ahli ma’ruf itu sebagaimana halnya orang yang meridhai dan terpengaruh dengan kemunkaran itu. Maka kita takut akan turunnya murka Allah atas jama’ah mereka, yang meliputi secara umum. Kita berlindung kepada Allah dari murka-Nya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ahkâm Ahl al-Dzimmah, juz 1. hal. 235).
Imam al-Amidi dan Qadli Abu Bakar al-Khalal menyatakan,”Kaum Mmuslim dilarang keluar untuk menyaksikan hari raya orang-orang kafir dan musyrik.” (Ibnu Tamiyyah, Iqtidhâ’ al-Shirâth al-Mustaqîm, hal.201).
jelas semua pendapat diatas bukan pendapat yang berdasar hawa nafsu, dan bagi kita yang mencari kebenaran, harusnya itu semua cukup
juga jelas sekali dalam semua pendapat itu, bahwa niat bukan jadi penilai, apapun niatannya, terlibat hari raya agama lain itu haram
bila Nasrani mengucap selamat lebaran, memang mereka tidak punya aturan yang mengaturnya, beda dengan kita yang sudah lengkap semuanya
jangan sampai alasan toleransi, kita membahayakan akidah kita, jangan sampai dengan alasan toleransi, malah jatuh dalam keharaman
"Rasulullah saw jika mengiringi jenazah, tidak duduk hingga mayit dimasukan ke liang lahat. Seorang ulama Yahudi mendekat dan berkata; 'Beginilah yang kami lakukan wahai Muhammad'." Ubadah berkata; "Lantas Rasulullah saw duduk dan bersabda: 'Selisihilah mereka!' (HR Tirmidzi)
dalam banyak hadits lain, kita mendapatkan bahwa Rasulullah selalu menyelisihi Yahudi dan Nasrani, baik pakaian, ibadah, juga hari raya
maka beratribut natal, mengucap selamat natal, itu termasuk penyerupaan yang nyata, seharusnya kaum Muslim meninggalkannya
renungkan, "siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka" (HR Ahmad, Abu Dawud, Thabrani)
akhukum fillah,
felixsiauw

Sumber : https://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw/posts/10152857054261351

Jumat, 26 Desember 2014

Faktanya : Umat Islam tidak bersaudara !

Anda yang baca boleh marah pada saya !

dan boleh berpendapat apa saja,

tentang statement saya ini,

tapi ini adalah Realita !

Silahkan baca Detail Oke :-)

di Zaman Rasulullah SAW dan Para Sahabat Rhum,

jika ada lelaki yang tidak shalat berjama'ah,

maka itu akan langsung diselidiki,

kenapa ?

dan ada apa ?

Jangankan tidak datang Sholat berjama'ah

jika ada yang masbuk,

maka itu akan dipertanyakan,

kok bisa masbuk !

ada apa gerangan ?

urusan apakah sehingga menjadi masbuk !

Jika itu adalah Urusan Dunia,

entah sakit, entah apa saja,

maka para Sahabat Rhum akan bahu membahu membantu

dan mencarikan jalan keluar

dari masalah yang sedang dihadapi,

Seperti Kisah Tsa'labah salah seorang Sahabat,

yang setiap habis Sholat buru-buru langsung pulang,

Rupanya karena saking tidak punyanya,

Sarung Shalat hanya 1 dan dipakai bergantian dengan Istri,

makanya Tsa'labah buruan pulang,

agar Istri tidak telat Sholat,


dan masih dapat keutamaan Sholat diawal waktu.

Nah bagaimanakah Realita sekarang ?

Kalau saat ini,

Na'udzubillah min dzalik,

banyak sebenarnya Pendusta Agama !

Mengaji, Liqo atau Ta'lim hampir tiap hari !

Isi Pengajian pun hampir-hampir katanya hanya Qur'an dan Sunnah !

Maka adalah waktu itu salah seorang teman Saya,

menjumpai seorang yang termasuk terkaya di sebuah kelompok,

yang Sangat Sibuk setiap waktu mengurus Kelompok Pengajiannya,

kalau urusan dunia jangan ditanya,

ada kebon 100 hektar plus usaha Pakaian dan herbal

kebetulan waktu itu sedang masa awal pembangunan Masjid Yayasan mereka,

Waktu itu teman saya barusan dapat Musibah,

Berharap dibantu dipinjami uang,

tidak pula sangat banyak,

katanya entah 100 atau 200 ribu saja,

tapi apa jawab si orang kaya !

nanti dengan apa kamu bayar ?

wah saya pun sedang fokus ke masjid,

kalau lah boleh saya minta sedekah,

akan saya lakukan untuk masjid ini,

maka kembalilah teman saya dengan kecewa,

dan memberitahukan pada saya,

ini fakta !

harta banyak dikeluarkan untuk riya,

untuk perlombaan menghias masjid,

memamg tidak salah,

namun yang parah,

sudah berlebih-lebihan,

bongkar pasang,

ganti dstnya

banyak mubazir

kalau kelompok sosial

atau lembaga amil zakat

entah pengumpul zakat

luar biasa banyak,

tapi itupun,

adalah kumpulan atau hanya semacam komunitas,

kebanyakan dari orang-orang berprofesi sama,

umpama nanti ada yang dibesuk karena sakit,

itupun pilah pilih,

hanyalah orang-orang yang kaya juga,

yang sebenarnya tak perlu diantarkan buah-buahan dan makanan,

mirisnya,

ada anak yatim yang tidak jauh dari tempat usaha saya,

tidak pernah diurus dan dibantu,

hanya mengharap uang anak yatim 1 x setahun !

maka ketika salah seorang dari anak yatim itu sakit kritis !

sangat menyedihkan kejadian,

bahkan anak itu hampir-hampir kulit pembalut tulang !

namun apa kejadian,

ketika hanya bapak dari salah seorang dewan (dprd) sakit sedikit,

wah, kalangan ustadz pun sibuk bagaimana untuk mengambil muka,

menampakkan wajah datang kerumah si dprd tersebut !

gawat dan sangat gawat !

karena kalangan mubaligh pun sudah dalam rangka dunia !

jual ayat dan minus amal shaleh !

entah bertengkar gara-gara dana honor daerah dsbnya !

dalam masjid pun pernah saya jumpai pertengkaran begini ! 

dulu ketika susah berkoar begini dan begitu,

banyak buah bibir tafsir dan kitab,

sarung pun tidak pernah lepas,

sekarang apa kejadian ?

hanya suluk doang di kapal gula !

semenjak jadi Imam masjid lingkungan Kaya, 

kalau cerita tidak lagi soal agama !

hampir-hampir tidak pernah,

hebat cerita adalah pamer kebon, tanah dan rumah !

dahulu suka ceritakan ketua masjid senang plesiran,

keluar kota, pulang kampung,

eh sekarang lebih gawat, alamak !

yang dulu protes malah hobby plesiran keluar negeri !

dahulu mengatakan bahaya tuh Facebook, Twitter, TV, dan sejenisnya

sekarang sudah rajin debat dan berfatwa ngak benar di Facebook !

ada lagi yang miris,

ketika petinggi nasional partai masuk tahanan kpk gara-gara korupsi,

maling uang negara Milyaran !

itu kalangan petinggi ikhwan lokal dan daerah sibuk ke jakarta,

dalam rangka besuk si Pelaku,

tapi ketika masuk sel jama'ah yang biasa-biasa saja,

meskipun satu kota tidak dibesuk dan  tidak dipedulikan,

emang gue pikirin,

walaupun itu berurusan dengan polisi karena ditipu orang,

di dalam tubuh Islam dewasa ini,

sangat banyak yayasan atau kelompok

itupun dalam rangka manfaatkan dana dari atas (pemda)

memang sah-sah saja,

agar dapat dimanfaatkan 'Islam' !

tapi lucunya lebih cenderung mengambil kesempatan,

entah mobilnya untuk kepentingan pribadi,

entah proyek pembangunannya,

proyek wakafnya dan seterusnya,

jadi,

karena modus sudah bercampur batil !

maka tidak ada sebenarnya ukhuwah atau persaudaraan !

jangan heran jika JIL merajalela, syi'ah, aliran sesat,

belum lagi gempuran dari yahudi wa nashara !

tidak aneh !

berkoar-koar di media masa dan sosial media,

itu nol besar semua !

tong kosong !

ibarat kotoran, tahi dan buih dilautan !

musuh tidak akan bergeming !

karena marwah atau kekuatan omong kosong doang !

Ini Fakta dan Realita !

coba pikir dan renungkan !

Anda lebih berfikir ego untuk diri sendiri dan keluarga

Hubbud Dunya,

dari pada untuk sesama saudara !

yang mungkin tidak makan !

mungkin sedang sakit,

tidak bekerja,

menganggur atau phk,

memang benar diri dan keluarga kewajiban dan utama !

namun jika itu sudah dikadar lebih dan berlebihan ! 

jadi dimana lagi ukhuwah ?

dan kembali dipertanyakan dimana IMAN anda ?

Dari semua Realita diatas maka yang benar adalah

"Sesungguhnya Orang Beriman itu Bersaudara"

Sesuai bunyi Hadit, hehehe !

dan Orang Islam itu Ngak bersaudara !







 

Selasa, 16 Desember 2014

Sebaiknya PDAM Ganti Nama, Tidak Layak disebut Perusahaan Daerah Air Minum

Coba Anda Amati Photo berikut !
yang adalah Photo Asli Air yang dikeluarkan dari Saluran Distribusi PDAM Duri Mandau
Tidak ada bedanya dengan Air Sungai !
Bukan Air Sungai Pegunungan lho,
tapi Sungai Keruh ketika Banjir !
Air PDAM Super Keruh dan Berbusa Lumpur !
Lihat Photo Juga ada Videonya !
Sangat menjijikkan !
Kalau pakai mesti saring dulu,
pakai Filter Khusus,
dan didiamkan dulu di tangki seumpama 1 hari,
agar kotoran mengendap !
Jadi sangat salah namanya PDAM
Sebab Air yang sangat Kotor,
Bagus diganti Nama PPAS
( Perusahaan Penyaluran Air Sungai)

Lihatlah pas di ember itu keadaan lumayan bersih,
tapi tetap keruh dan coklat
dan saat ditampung di bak itu keadaan yang fatal !

















Senin, 01 Desember 2014

Tanah dan Perumahan Strategis Tanpa DP Kredit Tanpa Bunga


klik gambar untuk zoom atau perbesar 




Terbaru Update 18 Desember 2016


Note : Tanah masih ada beberapa Kapling

PROGRAM TERBARU 
http://www.rumahpublik.com/

1. Konsumen mengisi Data Lengkap dengan Datang Langsung ke BM70COM
    ataupun bisa lewat formulir Online
2. Melengkapi Syarat Administrasi berupa fotocopy ktp dan kk masing2 rangkap 3
    dan wajib membawa Aslinya untuk diverifikasi
3. Setuju dan Tanda tangani Surat Perjanjian
4. Membayar Uang Admistrasi sebesar Rp.1.500.000,- ( satu juta lima ratus ribu rupiah )
5. Cicilan adalah Rp.700.000,- selama 100 bulan atau 8 tahun 4 bulan saja


Anda berminat ?
Segera Hubungi 0896 2003 7000 ( SMS/WA )