Anda Butuh Rumah atau Tanah di Duri Riau ? Hubungi Kami
Kredit Rumah Islami, Tanpa Bunga, Tanpa Denda, Tanpa Lelang klik > www.rumahpublik.com
Paket Hebat dari Telkomsel, Gratis Telpon & Sms Selamanya, Gabung di > PULSAHEBAT.COM

| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Sudirman No.40 Duri Riau 28884 |
| ☎ Telpon : (0765) 594246 ☏ Mobile : 0896 1543 3450| ✉ Email :admin@duririau.com |

Minggu, 24 Juli 2016

Santoso : Kita Muslim Poso dibantai Kita Beladiri Kita dikatakan Teroris

BETUL !
INDONESIA SUDAH DIKUASAI KAFIR
INI BUKTI DAN KENYATAAN :

Pembaca yang budiman tentu masih penasaran dengan sosok Santoso yang menurut berbagai pihak disinyalir sebagai pimpinan teroris yang paling berbahaya sehingga pihak aparat indonesia sangat gencar melakukan operasi penangkapannya. Bahkan amerika pun menempatkan posisi Santoso sebagai teroris kelas wahid.
Meskipun demikian Santoso sendiri masih masif di youtube walaupun masih banyak kontroversinya. Tetapi setidaknya masyarakat indonesia tahu sosok Santoso ini seperti apa. Yang menjadi menarik adalah pengakuan sosok santoso ini yang sungguh memcengangkan.
Daripada penasaran silahkan simak wawancara dengan Santoso seperti yang lansir oleh kiblat.net dibawah inj. Semoga kita bisa bersikap objektif dan proporsional .
Tidak seperti tahun 2011 lalu, saat ini kondisi Santoso nampak lebih kurus dengan rambut panjang sedikit awut-awutan alias gondrong ‘macerapa’ (bahasa kaili: amburadul).
Sekalipun demikian nada suaranya masih tegas dan garang. Saat menjawab salam dari penulis, Santoso mengiringinya dengan tawa khas sama seperti pertama kali berjumpa pada waktu menjenguknya di sebuah sel pengap medio 2003 lalu.
Kala itu, Santoso adalah salah satu tersangka kasus penembakan (dikenal dengan kasus penembakan Mobil Box di Sausu bersama M, F, G, dan U). Kini M telah menjadi kontraktor bonafid di Poso yang dikenal sebagai “anak emas” penguasa Poso periode lalu. Sementara F, G dan U masih setia mengurus beberapa pohon cokelat di Poso Pesisir. Sebaliknya, Santoso menjadi orang yang termasyhur di seluruh dunia, karena paling dicari otoritas keamanan negeri ini bahkan pemerintah Amerika Serikat pun memposisikan Santoso sebagai teroris yang berbahaya dan dijanjikan hadiah bagi siapapun yang dapat menangkapnya hidup-hidup.
Obrolan penulis dengan Santoso selanjutnya, menggunakan istilah “ente” atau “ana” (bahasa “Arab Gaul” sebagai terjemahan anda atau saya); bincang-bincang yang bukan tanpa resiko ini diawali dengan pertanyaan singkat: “Apa gerangan yang membuat ente menjadi berang dan melakukan tindakan yang oleh regulator di negara ini menyambutnya sebagai tindak pidana terorisme?”
Santoso: Ana melakukan itu karena beberapa hal, dan pada kesempatan ini perlu ana kemukakan agar rakyat Indonesia tahu dan tidak lupa! Pertama adalah soal keadilan; sebagai korban konflik horizontal Poso pada Mei-Juni 2000 lampau, bertahun-tahun ana menunggu datangnya keadilan namun sayang keadilan itu tak pernah terwujud.
Pelaku pembunuhan terhadap belasan anggota keluarga ana di Sintuwu Lemba (dikenal di Desa Kilo Sembilan) seolah tak dapat dijangkau oleh hukum hingga hari ini. Demikian pula pembantaian di Buyung Katedo (2 Juli 2001) dan beberapa tempat lain di Poso, hingga kini tetap berlenggang kangkung karena bisa mengangkangi hukum!
Deklarasi Malino juga ditafsirkan keliru oleh berbagai pihak sehingga dijadikan sebagai sarana impunitas bagi pelaku kejahatan, padahal Indonesia adalah negara hukum sebagaimana disebut dalam UUD 1945. Kekecewaan demi kekecewaan itu bertumpuk menjadi kesumat dan pada akhirnya ana memilih “jalan lain” untuk mewujudkan keadilan itu.
Penulis: “Tetapi kenapa sasaran kemarahan ente ditujukan kepada polisi?”
Santoso: Ini karena beberapa sebab, coba perhatikan hal berikut :
1) Tanggal 17 April 2000 M.Husni alias Sunil ditembak mati oleh oknum polisi, TKP pas itu terminal Kasintuwu kota Poso,
2) Ahmad Sutomo (saat itu usia 17 tahun) tewas ditembak oknum polisi pada tanggal 21 Oktober 2001, TKP Mapane Poso Pesisir,
3) Safruddin Buhaeli (saat itu berusia 16 tahun), meregang nyawa ditembak polisi pada tanggal 3 Desember 2001, TKP Bonesompe Poso Kota,
4) Amisudin wafat ditembak oknum polisi pada tanggal 15 November 2003, TKP : Tabalu Poso Pesisir.
Dalam peristiwa-peristiwa tersebut ada 12 (duabelas) korban luka tembak, yakni: Rahman, Irwan, Budi, Asri, Oman, Ali, Rizal, Abdullah,Hajir, Ali, Pr.Ratna, Pr.Salma, serta puluhan orang luka berat akibat dianiaya dan disiksa (diinjak-injak, dipukul, diikat) dan ditelanjangi (kemaluannya diinjak), seperti antara lain: Andang, Ato, Ayub, M.Saher, M.Guntur, M.Fadli, M.Rusli, M.Irsan, Rustam S.K, Salbingu, Amran Ambo Enre, Sondong, Bobby Dunggio, Kiki Andri Wijaya, Anjas Gani, Abdullah, Halid, Rendy, Sutami M.I, Wahyudin, dan lain-lain (dikenal sebagai Tragedi Mapane Berdarah).
Sekedar informasi, mereka semua bukan pelaku kriminal, bukan teroris, bukan pula kelompok orang yang tergolong DPO! Pada tahun 2003 lalu ana juga mengalami penyiksaan hebat oleh oknum-oknum polisi saat ditahan di beberapa Polsek yang ada di kota Palu.
Bayangkan, ana disangka melakukan tindak pidana di wilayah hukum Parimo (Parigi Moutong) tapi ana dibawa ke Palu lalu ditahan di Polsek-Polsek yang ada dan dipindah seenak mereka sendiri, dari satu sel tahanan Polsek lainnya. Ana dipukul, diinjak-injak seperti hewan dan perlakuan mereka itu tidak pernah ana lupakan seumur hidup.
Belum lagi pada peristiwa tanggal 11 dan 22 Januari 2007, ada belasan nyawa pemuda-pemuda Muslim Poso (Tato, Idris, Maulana, juga om Gam dan lain-lain) ditembak dan dibiarkan meregang nyawa tanpa ada upaya memberi pertolongan.
Pada peristiwa tanggal 11 Januari 2007 itu, Dedi Parsan tewas ditembak tapi beberapa bagian tubuhnya robek karena sangkur. Pada 22 Januari 2007 tersebut, Udin (kala itu 16 tahun/adik kandung Basri, salah seorang DPO) juga tewas saat dalam penanganan oleh serombongan oknum polisi, padahal saat ditangkap, Udin dalam keadaan sehat wal afiat dan selang sehari kemudian dipulangkan dalam bentuk jenazah yang lehernya patah dan wajah lebam!
Pada Desember 2012, seorang pemuda Muslim Poso yang bernama Andi, ditembak di Bima NTB lalu jenazahnya dibawa ke Jakarta dan 1 bulan kemudian baru dipulangkan dan dikuburkan di Poso, sungguh tragis!
Demikian halnya Ahmad (kakak kandung Andi) juga Halid, keduanya tutup usia secara dramatis tanpa terlebih dulu dibawa ke pengadilan untuk membuktikan kesalahannya, padahal peraturan perundang-undangan di republik ini tegas menyebut asas Praduga Tidak Bersalah! Mereka tidak membawa senjata api atau bom yang membahayakan, tapi kenapa harus ditembak mati!
Belum lagi puluhan kaum Muslimin yang ditangkap dari segala penjuru Poso kemudian dibawa dan ditahan di Mako Brimob Depok atau Polda Metro Jaya lalu diadili di PN Jakarta Utara atau PN Jakarta Selatan atau PN Jakarta Pusat, selanjutnya menjalani pidana pada lembaga-lembaga permasyarakatan yang ada di pulau Jawa sampai sekarang.
Semua mereka sengaja dipisahkan dari sanak keluarga dan dipaksa meninggalkan tanah kelahirannya, perlakuan yang hampir mirip dengan apa yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda pada masa penjajahan terhadap pahlawan-pahlawan bangsa seperti Tuanku Imam Bonjol atau Pangeran Diponegoro, yang ditangkap dan dibuang hingga meninggal dunia di tempat nan jauh dari tanah kelahirannya.
Tapi sampai hari ini, tidak satupun oknum polisi yang melakukan kekerasan dan atau kejahatan terhadap kaum Muslimin tersebut diseret ke pengadilan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Seolah-olah apa yang mereka lakukan bukan merupakan kejahatan dan oknum-oknum tersebut adalah warga negara kelas satu yang kebal hukum.
Mengapa tidak satupun pembela hak asasi manusia mempersoalkan cara penghukuman model pemerintah kolonial Belanda tersebut? Hal lain yang perlu ana sampaikan kepada khalayak ramai adalah semua tersangka teroris khususnya dari Poso juga dari seluruh pelosok Indonesia “wajib hukumnya” didampingi (sebagai Kuasa Hukum) oleh Advokat/Pengacara yang ditunjuk dan dibayar oleh Densus 88.
Ini merupakan keanehan dan keprihatinan yang perlu mendapat perhatian, karena kuasa hukum tersebut “digaji” oleh Densus 88, maka pelanggaran dan pelecehan hukum yang terjadi hanya didiamkan dan dianggap angin lalu oleh Advokat/Pengacara tersebut. Mereka hanya diam dan tidak pernah keberatan ataupun memprotes tentang pemindahan tempat sidang yang nyata-nyata melanggar Pasal 84 ayat (1) KUHAP tersebut.
Apa yang melatari sehingga Densus 88 menunjuk dan membayar honor Pengacara bahkan hampir semua kebutuhan (mulai dari tiket pesawat Palu-Jakarta-Palu, tempat tinggal di Jakarta hingga kendaraan) semuanya ditanggung oleh Densus 88.
Padahal kelaziman ketentuan dalam KUHAP, seorang tersangka atau terdakwa berhak memilih sendiri Penasehat Hukum untuk mendampinginya. Masih banyak deretan kejahatan dan pelanggaran terhadap kaum Muslim yang dilakukan oleh oknum-oknum kepolisian khususnya Densus 88 yang telah menyakiti ana sebagai bagian dari kaum Muslim.
Pengakuan Santoso sungguh menampar pihak aparat.
Karena ayam sudah berkokok menjelang subuh, penulis pun mengakhiri obrolan imajiner ini dengan memberi nasehat: “Agar tidak ada lagi korban yang tewas, bagaimana kalau ente hadapi saja proses hukum yang nantinya dituduhkan, dan disampaikan segala yang menjadi ‘tuntutan’ soal ketidakadilan tersebut nanti di pengadilan?”
Dengan kening yang berkerut, akhirnya Santoso memberi jawaban : “InsyaAllah akan ana pertimbangkan…!
Ditulis oleh: Harun Nyak Itam Abu, Pendiri TPM Poso sekaligus Dosen Fakultas Hukum Universitas Tadulako Palu.

Tulisan asli berjudul:
“Ngobrol Imajiner dengan Santoso”

dimuat di Radar Sulteng pada Kamis, (21 April 2016)

Sumber : kiblat dot net

Indonesia ANEH Densus hanya serang Islam

Sumber : Kiblat Dot Net

Anggota Komisi III DPR Muhammad Syafii mempertanyakan Densus 88 yang tak terjun menangani kelompok teroris separatis di Papua. Dia pun menyoroti perbedaan perlakuan terhadap kelompok yang dianggap teroris dari kalangan Islam.
“Papua seolah tidak menjadi wilayah operasional dari Densus, padahal ini kan jelas-jelas membahayakan keutuhan NKRI, dan juga mereka melakukan teror, menakut-nakuti rakyat bahkan memaksa rakyat” kata Muhammad Syafii kepada Kiblat.net, Kamis (19/05).
Politisi Partai Gerindra itu pun menilai ada perbedaan penindakan terhadap kelompok teroris separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Menurutnya penanganan terhadap OPM tidak seserius dalam menindak kelompok lain yang dianggap teroris, seperti kelompok Santoso di Poso.
Terkait Santoso, lanjut Syafii, negara telah mengerahkan ribuan personelnya. Bahkan pengerahan itu dilakukan secara terus-menerus dalam beberapa operasi berbeda. Terakhir, Operasi Tinombala kembali diperpanjang dengan anggaran mencapai Rp 25 miliar.
“OPM yang jelas-jelas mengancam keutuhan NKRI kayaknya tidak ditangani seserius Santoso dan Siyono, ini aneh juga,” ujarnya.
Ketimpangan lain yang disebutkan oleh Syafii adalah perlakukan terhadap kelompok teroris yang berlatar belakang Islam. Dia mencontohkan dua orang di Jawa Timur yang dengan memakai serban dan menyatakan akan mendirikan negara Islam. Selanjutnya, yang terjadi adalah dia dianggap sebagai teroris besar.
“Sementara yang di Papua ini sudah membunuh puluhan polisi dan tentara, bahkan membakar markas mereka, serta mengancam orang, membuat tulisan dan pernyataan provokatif, serta membakar bendera Indonesia. Itu kenapa tidak ditangani, apakah karena pelakunya bukan Islam?” ujar Syafii.
Dia pun menegaskan bahwa tindakan OPM selama ini sudah di luar batas. Pasalnya mereka membuat pertemuan-pertemuan dan pernyataan yang sangat terbuka, yang intinya siapapun yang menghalangi negara Papua merdeka adalah musuh mereka.
Separatisme di Papua kembali disorot menyusul adanya konvoi bendera Israel di Papua beberapa waktu lalu. Selama ini aparat dianggap tak bertindak tegas terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Reporter : Jundii Karim
Editor : Imam S.

Related Posts:
1. FBI: 94% Serangan Teroris Pelakunya Bukan Orang Islam
2. Densus 88 Tak Diterjunkan, Mabes Polri Malah Bentuk Tim Khusus Buru Teroris Papua
3. TNI Waspadai Kedekatan Caleg Papua dengan Teroris OPM
4. Baku Tembak dengan Teroris Bersenjata di Papua, 1 Anggota TNI Tewas
5. Usai Tembak Hingga Tewas, Teroris Bersenjata di Papua

bukan sara : Sebagian kecil Kejahatan Aseng China di Indonesia

Islam ada yg korupsi yah wajar karna d sini negara mayoritas muslim.coba kl liat d negara yg islam minoritas yah sdh pasti non islam lah pelakunya..yg mayoritas d sini korupsi hanya sekian ratus juta d beritain ga henti2 giliran non muslim rampok uang negara samapi mega triliun pada diem aje nih baca siapa rampok yg paling banyak d negri ini.minoritas aje malingnye ga tanggung2 apalagi jd mayoritas.
Nih bukti kl koruptor yg paling besar maling duit negara itu etnis cina.
Pertama tentu saja Liem Sioe Liong alias Sudono Salim. Sdh alm, sekarang digantikan anaknya Antony Salim. Keluarga mereka mau kuasai RI lagi

Thn 1998 rumah keluarga Salim, orang terkaya di Indonesia, pemilik Bank BCA yang merampok BLBI /APBN Rp. 55.76 triliun dibakar massa rakyat

Rumah Sudono Salim/Liem Sioe Liong di Jalan G Sahari dibakar massa yang marah dgn dominasi ekonomi dan perampokannya atas kekayaan RI

Sampai saat ini, Rumah keluarga Salim, tidak pernah diperbaiki. Dibiarkan saja menghitam akibat sisa kebakaran. Untuk apa? Sebagai MONUMEN

Sebagai MONUMEN utk dijadikan pengingat, memori, motivasi keluarga mereka utk kembali menguasai Indonesia. Dan saat itu sdh tiba !

Liem Sioe Liong, sahabat karib Suharto sejak awal revolusi kemerdekaan di Jogyakarta, menjelma menjadi konglomerat terkaya di Indonesia

Atas rekomendasi pemerintah China, Liem Sioe Liong merekrut Muchtar Riady alias Li Mok Tie menjadi Direktur Utama Bank BCA miliknya

Muchtar Riady alias Li Mok Tie menurut dokumen2 FBI, CIA, Kongres AS dan Dept Hukum AS adalah anggota intelijen China

30 tahun bergabung dgn Sudono Salim, Muchtar Riady, ayah James riady mendirikan Lippo Grup, modalnya berasal dari Global China Resources

Menurut dokumen2 resmi AS, Global China resources adalah perusahaan kedok dari China Military Intellegence /badan intelijen militer China

Salim Grup merampok kekayaan SDA RI, menciptakan komunitas konglomerat China di RI, merampok BLBI Rp. 55 triliun, kini mau berdaulat di RI

Hampir semua konglomerat cina di Indonesia adalah musuh negara, pengemplang pajak, penyelundup, penimbun kebutuhan pokok, kartel, dst

Hampir semua konglomerat cina di indonesia bersikap rasis, diskriminatif terhadap islam dan pribumi. Termasuk Bank Mega grup milik Salim

Chairul Tanjung boneka di Bank Mega, Trans Corp atau Grup Para. CT hanya jongos, yg kini sibuk membiayai jokowi agar jadi presiden boneka

Bank Mega itu sejatinya reinkarnasi Bank BCA milik Salim. Mereka rampok 55 Triliun dari BLBI/APBN RI lalu sebagian digunakan beli Bank Mega

Hampir semua konglomerat china lakukan korupsi pajak, korupsi bea masuk, royalti, iuran dan kewajiban2 pada negara

Hampir semua konglomerat cina menyimpan uang dan kekayaan mereka ke luar negeri terutama singapura dan China. Sdh jadi rahasia umum

Kita mengenal Eddy Tansil yang pada puluhan tahun lalu saja sdh korupsi 1.3 triliun di Bapindo (BUMN), kakaknya Hendra Rahardja jg korup

Hendra Raharja katanya "sudah mati" di australia. Hendra Buron ke australia setelah merampok BLBI triliunan rupiah melalui Bank BHS

Sebut saja 10 konglomerat cina, semuanya pasti koruptor, perampok dan rasis. Sebut 100, mungkin ada 1-2 yg nasionalis dan bersih

Sebut 1000 konglomerat cina di indonesia, mungkin kita dapatkan 5-10 konglomerat yg bisa kita akui sbg WNI sejati. Sisanya ? Bajingan !

Hashim Djojohasikusumo juga merampok Pertamina melalui TPPI sebesar 17 Triliun. Jadi beban negara RI hingga kini

Apakah ada tokoh etnis cina RI yg bersih, nasionalis sejati, pancasilais ? Ada. Segelintir. Tidak sampai 1% dari 12 juta etnis cina di RI

Bahkan Sofyan Wanandi konglomerat yang teriak2 nasionalis itu pun rasis. Di perusahaan keluarganya GEMALA Grup, pribumi/islam disingkirkan

Jangan tanya si Hartati Murdya Poo, sebelum ditahan KPK, semua karyawannya etnis cina, bahkan PRJ yg diselenggarakannya semua stafnya cina

Kita tdk usah sebut konglomerat etnis cina yg nasionalis dan pancasilais, khawatir salah dan hanya pencitraan belaka. Jumlahnya kecil sekali

Bahkan Hary tanoe yg kini di Partai Hanura pun keluarganya dikenal rasis dan diskriminasi terutama si Rudy tanoedjaja. Ampuun deh

Untuk tahu siapa sebenarnya antony salim, bos besar konglomerat RI, otak pencapresan boneka Jokowi ?
Like Son like Father, Join Sudono Salim - Muchtar Riady diteruskan Antony Salim - James Riady (anak2 mereka)
RI ini hancur karena konglomerat2 cina perampok negara, puncaknya merampok BLBI 600 Triliun yg akibatkan RI dijajah IMF/bank dunia via LOI

Kini RI mau dihancurkan lagi oleh konglomerat Cina bersatu (kecuali INTI) dgn usung si boneka Jokowi jadi capres dan ahok jadi Gub DKI

Dengan dukungan hampir semua konglomerat cina, RRC, China Connection, didukung oleh anak bangsa pengkhianat negara, mereka orbitkan Jokohok

Dgn bantuan James riady, anggota elit arkansas connection teman karib dan berjasa Bill Clinton, AS secara tdk resmi dukung boneka Jokowi

Stanley Bernhard Greenberg, si yahudi homo, pelopor LGBT, konsultan politik no. 1 dunia, agta arkansas connection, etnis cina mau kuasai RI

Mereka usung si bodoh, tolol, boneka, wayang pengkhianat Jokowi jadi capresnya, ahok jadi inisator paham sekuler liberal Indonesia

Budaya korupsi di Indonesia ini bukan budaya asli Indonesia. Tapi budaya VOC dan budaya china (ribuan tahun) yg ditancapkan mereka di RI

Kita, umat Islam, pribumi, hindu, budha, kristen, kejawen dll nasionalis pemilik sejati Republik ini, bukan mereka !
Mereka para konglomerat cina itu budayanya beda, tuhannya beda. Budaya dan tuhan mereka adalah uang, uang, uang, uang
RI dikhianati etnis cina, Suharto dikhianati etnis cina, kini cina mau berkuasa berdaulat penuh di Republik ini
Setelah konglomerat cina dan etnis cina berhasil kuasai >90% ekonomi RI, kini mereka mau berdaulat rebut kekuasaan RI
Siapa sesungguhnya pemilik republik ini ? Kaum pribumi atau etnis cina ? Kenapa kita tdk tiru malaysia ?
Solusi bangsa agar tdk terus terpuruk adalah Dasar Ekonomi Baru yg beri hak istimewa dan perlindungan pada pribumi
Bagaimana mungkin pribumi yg tertinggal ratusan tahun di sektor ekonomi, dipaksa bersaing dgn etnis cina. GOBLOK !
Bagaimana mungkin pribumi yg ratusan tahun tertinggal dipaksa bersaing ditengah hukum yg carut marut !
Bagaimana mungkin pribumi yg karakter pengusaha pejuangnya belum terbentuk, pejabatnya banyak korup dipaksa bersaing
Habis bangsa ini, hancurlah bangsa ini, hanya dgn konspirasi arkansas connection, konglo cina busuk dukung Jokowi
Mereka para konglomerat cina mau kuasai, rampok republik ini melalui bonekanya : jokowi ahok. Kita biarkan saja?
Entah kenapa Presiden SBY diam saja melihat kehancuran negara di depan mata ..
Inilah antony salim dibalik layar bersama james riady, edward suryajaya, eka tjipta, dll konglo busuk mau kuasai RI
Inilah gambaran skenario para konglomerat busuk - china - china connection - arkansas connection mau kuasai NKRI
Jokowi Ahok, Dahlan Iskan, Hary Tanoe adalah ujung tombak konspirasi elit cina RI, china connection, arkansas connection mau kuasai RI

Mental pribumi yang lemah, doyan korup, karakter hancur sebagai bagian dari hasil cuci otak media2 milik konglo2 cina itu

Jadi permintaan teman tuips tadi, sebutkan nama tokoh cina indonesia yg menghancurkan indonesia, tdk bisa disebutkan satu per satu .buanyaak

Liem Sioe Liong, Muchtar Riady, antony salim, james riady, eka tjipta , william, edward suryajaya, dan 25 lagi
SCTV milik klga suryaatmaja (iskandar, popo, edi), MNC Grup hary tanoe, Metro dan indosiar miliik salim dst pny andil
@ciputra pemilik TEMPO dgn genk liberal pembenci islam dan pelopor LBGT pun punya andil hancurkan moral anak bangsa
Jadi, jangan tanya siapa konglo cina yg menghancurkan RI, jawabnya : buanyak banget. Mayoritas. Hanya segelintir yg patriot nasionalis !!

sumber : fb tommy krisnapati

Selasa, 19 Juli 2016

Kortikosteroid : Methylprednisolone, Betamethasone

Obat dewa Itulah sebutan yang biasa dialamatkan kepada golongan obat yang satu ini : kortikosteroid.

Kortikosteroid yang beredar di Indonesia di antaranya
dexamethasone, betamethasone, methylprednisolone, prednisone , dan
triamcinolone .

Kemampuannya untuk memberikan efek cespleng pada berbagai keluhan-keluhan yang umum terjadi membuatnya menjadi semacam konsumsi wajib di kalangan masyarakat awam ketika gejala-gejala yang mengganggu muncul. Mulai dari pegal-pegal, nyeri sendi dan pinggang, alergi, asma, dan gatal-gatal bisa disembuhkan, hingga (katanya) membuat badan jadi ‘enteng’. Namun dibalik khasiatnya, ternyata terdapat efek yang berbahaya jika obat ini digunakan asal-asalan. Ikuti terus artikel ini.
Apa itu kortikosteroid?
Kortikosteroid adalah golongan obat hormonal. Ia bekerja dengan mempengaruhi ekspresi gen pada inti sel tubuh sehingga secara luas mempengaruhi efek kerja tubuh meliputi metabolisme elemen penting tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, dan keseimbangan cairan serta elektrolit tubuh. Selain itu ia mempengaruhi kerja sistem peredaran darah, imunitas, sistem kerja otot dan tulang, hormon, dan syaraf. Ia juga menekan efek peradangan yang erat kaitannya dengan kerja sistem imun. Gejala-gejala seperti pegal-pegal, nyeri sendi dan pinggang, alergi, asma, dan gatal-gatal melibatkan mekanisme peradangan.Karena efek menekan peradangan kortikosteroid dapat meredakan gejala-gejala tersebut. Kortikosteroid juga diresepkan oleh dokter untuk menangani penyakit yang disebabkan reaksi sistem imun (penyakit autoimun).
Memang apa bahayanya?
Secara logis, ketika suatu obat memiliki efek terapi yang luas, maka resiko terjadinya efek samping pun juga meluas. Efek samping yang paling sering terjadi tersebut di antaranya gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, gangguan kerja otot dan tulang, hipertensi, osteoporosis, haid, peningkatan kadar gula dalam darah dan menurunnya sensitifitas kerja hormon insulin, tidak teratur, penyembuhan luka melambat, penumpukan lemak di bawah kulit, mual, peningkatan nafsu makan dan bobot badan, iritasi pada saluran cerna, peningkatan tekanan pada bagian dalam bola mata (tekanan intraokular) yang dapat memicu glaukoma,hambatan pertumbuhan pada anak, dan masih banyak resiko efek samping lainnya.
Frekuensi dan resiko terjadinya efek samping berbeda-beda pada setiap pasien, namun efek samping itu tentu saja beresiko tinggi ketika kortikosteroid ini digunakan dalam jangka waktu panjang tanpa persetujuan dokter.
Penggunaan kortikosteroid dengan resep dokter pun tidak sembarangan. Dokter tidak akan langsung menghentikan penggunaan kortikosteroid yang diresepkan dalam jangka waktu relatif panjang. Dokter yang baik akan memulai pengobatan dengan kortikosteroid mulai dari dosis rendah dan ditingkatkan perlahan, begitu pula saat akan menghentikan pengobatan. Dokter akan menurunkan perlahan dari dosis tinggi hingga dosis rendah untuk kemudian dihentikan. Anda tidak perlu khawatir bila menggunakan obat ini sesuai aturan dokter dan apoteker.
Kortikosteroid tidak boleh digunakan bila pasien sedang dalam kondisi tukak (sakit maag), osteoporosis, infeksi akut, sedang menerima vaksin, dan sedang menyusui.
Lalu harus bagaimana?
Oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), kortikosteroid digolongkan sebagai obat keras atau obat yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Sangat wajar mengingat efek tidak diinginkan yang mungkin muncul bila obat ini digunakan asal-asalan. Namun kenyataannya, obat ini sangat mudah untuk dibeli bebas di apotek-apotek yang ‘nakal’, bahkan di warung-warung di pelosok desa. Maka kesadaran kitalah yang jadi benteng terakhir bagi tubuh kita sendiri.
Akhir kata, hindarilah penggunaan kortikosteroid tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan apoteker terpercaya. Ceritakanlah sejelas mungkin kepada dokter bila Anda sedang mengalami kondisi dimana kortikosteroid tidak boleh digunakan.
Semoga bermanfaat! Salam hangat, salam sehat!

Oleh : Zulfan Zazuli, S.Farm, Apt.

Fitnah pada 70 Orang Ustadz

Ngak tanggung2 hehehe
ada 70 Nama yang di FITNAH

dikatakan List Nama dari MUI

Alhamdulillah sudah ada
klarifikasi dari MUI atau
Majelis Ulama Indonesia
Bahwa Tidak Pernah Ada
FATWA Daftar 70 Nama  !

Bahkan sebenarnya,
Para Ustadz ini adalah
Korban Kedustaan dan
Kebencian mereka yang
Anti Dakwah Sunnah,

Lucunya ada juga Ustadz Lokal
yang katanya sudah Hafizh Qur'an
tapi berusaha mendiamkan Fakta
hanya karena mereka beda Firqah
atau Beda Kelompok, Astaghfirullah

Lagi2 ASHOBIYYAH
Lagi2 TAKLID BUTA

Berikut Nama2 Beliau
yang DIFITNAH !
Semoga Allah SWT senantiasa
membantu Dakwah Al Haq Amiin

1. Ust. Abdul Hakim Abdat
2. Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawwas
3. Ust. Zainal Abidin Syamsudin
4. Ust. Badrusalam
5. Ust. Kurnaedi
6. Ust. Arman Amri
7. Ust. Firanda
8. Ust. Abu Ubaidah Yusuf As Sidawiy
9. Ust. Erwandi
10. Ust. Aunur Rofiq Ghufron
11. Ust. Ahmad Sabiq
12. Ust. Rifky Jafar Thalib
13. Ust. Abu Haidar
14. Ust. Abu Qotadah
15. Ust. Abu Zubeir al-Hawary
16. Ust. Maududi Abdullah
17. Ust. Abdullah Taslim
18. Ust. M.Arifin Badri
19. Ust. M.Nur Ikhsan
20. Ust. Ali Musri
21. Ust. Yusuf Utsman Baisa
22. Ust. Ali Ahmad (Padang)
23. Ust. Muhammad Elvy Sjam MA.Lc
24. Ust. Aris Munandar
25. Ust. Abu Nida
26. Ust. Ahmas Fais (majalah assunnah)
27. Ust. Kholid Syamhudi
28. Ust. Abu Umar Basyir Al Maidany
29. Ust. Abu Salma Alatsary (shigor lulusan ITS
30. Ust. Asmuji Muhayat Lc
31. Ust. Muhammad Wujud Arbain
32. Ust. Agus Hasan Basary Lc MAg (Malang)
33. Ust. Abdullah Sholeh Hadrami (Malang)
34. Ust. Ainul Riza (Malang)
35. Ust. Abu Khaleed (Subang)
36. Ust. Abu Saad Muh Nurhuda (Jogja)
37. Ust. Zaid Susanto (Jogja)
38. Ust. Afifi Abdul Wadud (Jogja)
39. Ust. Abdullah Roy (Madinah)
40. Ust. Ahmad Zainuddin (Banjarmasin)
41. Ust. Abdullah Zain
42. Ust. Muhammad Nuzul Dzikri (Jakarta)
43. Ust. Syafiq Reza Basalamah
44. Ust. Khalid Basalamah
45. Ust. Adi Hidayat
46. Ust. Munzir Situmorang
47. Ust. Subhan Bawazier
48. Ust. Aan Chandra
49. Ust. Ahmad Anshori
50. Ust. Salim alMuhdor
51. Ust. Ali nur medan
52. Ust. dr. Raehanul Barehan
53. Ust. Nur Bait
54. Ust. Muhammad Abduh Tuasikal
55. Ust. Ad Dariny
56. Ust. Yulian Purnama
57. Ust. Andika mianoki
58. Ust. Andy Bangkit (Jepang)
59. Ust. Muhammad abdurrahaman al amiry
60. Ust. Muhammad Ayyub
61. Ust. Abdurrahman Ayyub
62. Ust. Riyadh Bajrey
63 Ust. Husein mubarok (Ruqyah Syar'iyyah)
64. Ust. Oemar mita
65. Ust. Dony Arif Wibowo (Abul Jauza)
66. Ust. Fadlan fahamsyah
67. Ust. Muflih Safitra (Balikpapan)
68. Ust. La Ode Abu Hanafi dan Musa Hafidz Cilik Indonesia
69. Ust. Abu Dzar (Palembang)
70. Ust. Abdurrahman Yusak (Palembang)

Minggu, 17 Juli 2016

Sedikit Fakta Turki bersama Erdogan

ADA yang menarik dari negara Turki. Dari artikel penulis Yordan, Ihsan Al Faqih, pada media Achahed,:
1. Produk Domestik Nasional Turki di tahun 2013 mencapai 100M dolar Amerika, menyamai pendapatan gabungan 3 negara dengan ekonomi terkuat di Timur Tengah; Arab Saudi, Uni Emirat arab, Iran, dan ditambah dengan Yordan, Suriah dan Libanon.
2. Erdogan membawa negerinya melakukan lompatan ekonomi yang besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10 % per tahun, yang berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia.
3. Tahun 2023 merupakan tahun pembangunan Negara Turki Modern yang sudah dicanangkan oleh Erdogan, yang ditargetkan adalah Turki menjadi kekuatan politik dan ekonomi nomer 1 di dunia!
4. Airport Internasional Istambul adalah bandara terbesar di Eropa yang menampung 1260 pesawat setiap harinya, ditambah Bandara Shabiha yang menampun 630 pesawat setiap hari.
5. Turkish Airline meraih peringkat maskapai penerbangan terbaik di dunia dalam 3 tahun berturut-turut.
6. Dalam kurun 10 tahun, Turki telah menanam 770 juta pohon Harjia dan berbuah.
7. Untuk pertama kali Turki di masa modern ini memproduksi sendiri Tank baja, pesawat terbang dan pesawat tempur tanpa awak, serta satelit militer modern pertama yang multi fungsi.

Jumat, 15 Juli 2016

pasang Relay Starter Mobil

Cara Rangkai :

1. Sediakan relay 30 ampere beserta soketnya
2. Sekring min 70 ampere beserta kotaknya
3. Kabel secukupnya yang agak besar untuk mengalirkan arus listrik ke dinamo
Pada relay ada 4 kaki yang perlu diperhatikan

Pertama kabel plus (+) accu dikasih sekring terlebih dahulu kemudian masuk ke kaki angka 30 pada relay

Kedua kabel dari kunci kontak yang aslinya langsung terhubung ke dinamo stater dipotong kemudian masuk ke kaki angka 85.

Ketiga kaki angka 86 terhubung dengan massa.

Keempat soket asli dari dinamo stater dihubungkan dengan kaki angka 87

Mudah bukan langsung tes starter sukses sudah pemasangan relaynya