Anda Butuh Rumah atau Tanah di Duri Riau ? Hubungi Kami
Kredit Rumah Islami, Tanpa Bunga, Tanpa Denda, Tanpa Lelang klik > www.rumahpublik.com
Paket Hebat dari Telkomsel, Gratis Telpon & Sms Selamanya, Gabung di > PULSAHEBAT.COM

| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Sudirman No.40 Duri Riau 28884 |
| ☎ Telpon : (0765) 594246 ☏ Mobile : 0896 2003 7000| ✉ Email :admin@duririau.com |

Senin, 22 Agustus 2016

Amalan supaya Kaya

Uztadz Yusuf Mansur mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin selama kita berusaha. Demikian juga keinginan menjadi orang kaya, banyak uang dan rezeki berlimpah, bukankah Muslim itu wajib kaya? Karena itu berikut ini diajarkan riyadhah atau amalan yang jika rutin dilaksanakan selama terus menerus, Insya Allah akan mendapatkan rezeki berlimpah. Untuk tahap pembelajaran dimulai selama 40 hari terlebih dahulu. Diharapkan setelah 40 hari masih terus melaksanakan amalan tersebut bahkan lebih ditingkatkan intensitasnya. Seperti halnya Allah melatih kita melakukan ibadah di bulan Ramadhan selama 30 hari dengan harapan kita tetap bisa melanjutkan di hari-hari selanjutnya. Intinya sebenarnya merutinkan ibadah sehingga menjadi kebiasaan. Apa saja itu yang harus dilakukan selama 40 hari menuju kaya dan rezeki melimpah?
# 1. Rutinkan shalat berjamaah di masjid dan tepat waktu
Sedapat mungkin lakukan shalat fardhu di masjid berjamaah disertai dengan shalat sunat qabliyah dan ba'diyahnya. Qabliyah adalah shalat sunat sebelum shalat wajib yaitu 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Dhuhur, sebelum ashar, 2 rakaat sebelum magrib, sebelum Isya dan sebelum subuh. Sementara Ba'diyah adalah shalat sunat sesudah shalat fardhu, yaitu 2 rakaat setelah dhuhur, setelah magrib dan setelah isya. Jangan lupa shalat tahiyatul masjid sebagai penghormatan kepada masjid. Jangan pernah menunda melakukan shalat. Begitu azan berbunyi segeralah ke masjid terdekat.
# 2. Rutinkan shalat tahajud 8 rakaat dan shalat witir 3 rakaat
Shalat tahajud adalah salah satu shalat sunat yang paling utama, dikerjakan pada sepertiga malam, minimal 2 rakaat, tapi Uztadz Yusuf Mansur menganjurkan 8 rakaat ditambah witir 3 rakaat. Sepertiga malam itu juga adalah waktu mustajab (waktu terkabulnydoa).
# 3. Baca Surah Al Waqiah
Inilah surah yang bisa memperlancar rezeki " Barangsiapa membaca Surah Al Waqiah setiap
malam, maka ia tidak akan
ditimpa kefakiran selamanya (H.R.Ibn Sunni).
Jangan lupa membaca surah ini sesudah shalat subuh atau sesudah shalat isya.
# 4. Rutinkan shalat dhuha
Mengapa dhuha bisa melancarkan rezeki? Alasannya sudah saya tulis di sini. Shalat sunat dhuha adalah shalat sunat 2 rakaat yang dilaksanakan saat matahari beranjak naik sampai sebelum dhuhur. Rutinlah melaksanakan dhuha 6 rakaat, bagi yang kuat bisa sampai 12 rakaat itu lebih baik. (2 rakaat salam, begitu seterusnya).
# 5. Baca zikir sesudah shalat
Setelah shalat jangan langsung berdiri tapi bacalah zikir yang biasa anda baca ditambah dengan membaca asmaul husnah Ya Fattah ya Razaak 11 kali, dilanjutkan dengan membaca ayat kursi 1 kali dan Surah Al Ikhlas 3 kali. Rutinkan setiap selesai shalat. Khusus selesai shalat subuh dan ashar ditambah dengan membaca 4 ayat terakhir Surah Al Hasyr.
# 6. Rutin membaca zikir ini
Rutinkan membaca Laa hawla wala quwwata illaa billah sebanyak 300 kali, bisa juga 100 kali setiap hari dan bisa dibagi membacanya setelah shalat fardhu (100 / 5 = 20 kali di setiap selesai shalat fardhu).
# 7. Rutin mohon ampun
Bacalah istighfar sebanyak 100 kali setiap hari. Karena bisa saja setiap hari kita berbuat dosa yang kita sadari maupun tidak.
# 8. Rutin membaca zikir pagi dan petang
Jangan lupa setiap hari membaca subhanallahi wabihamdihii subhanallahil adzhiem 100 kali di waktu pagi dan 100 kali di waktu petang (sore hari). Boleh dilakukan habis shalat dhuha dan sorenya bisa setelah melakukan ibadah shalat ashar  atau menjelang magrib
# 9. Rutin baca yasin
Rutinkan membaca surah ke 36 dari Al Quran ini, waktunya bebas, lakukan kapan saja dan baca sebanyak 1 kali setiap hari.
# 10. Tutup malam dengan shalat sunat 2 rakaat
Begitu kantuk menyerang jangan langsung tidur tapi lakukan shalat sunat 2 rakaat sebelum tidur, baca Surah Al Kafiruun di rakaat pertama dan Al Ikhlas di rakaat kedua. Setelah itu jangan lupa membaca Surah As Sajdah, Al Mulk atau Ar Rahman (pilih salah satu).
Lakukan 10 amalan ini rutin selama 40 hari. Usahakan jangan bolong. Bisa dibuat check list untuk membantu mengecek apakah salah satu amalan sudah dilaksanakan atau belum. Bagi wanita yang lagi haid bisa berhenti sejenak dan melanjutkan setelah suci. Niatkan dan mohonkan rezeki yang banyak dan bermanfaat untuk diri dan orang lain. Jika setelah 40 hari masih ingin dilanjutkan silakan. Jika sudah menjadi kebiasaan bisa menjadi ladang pahala buat kita. Wallahu alam.

Minggu, 21 Agustus 2016

nasabah hilang uang ditabungan bank mandiri

Sabtu 30 juli 2016 sekitar jam 19 : 30 WIB saya terima telepon dari Bagian
Pengawas Kartu Debit Bank Mandiri.
Petugas itu menanyakan apakah hari itu saya lakukan transaksi perbankan dengan memakai kartu ATM
Bank Mandiri di Le Aretu, Italia? Tentu saja saya jawab tidak.
Hari itu saya tidak melakukan transaksi perbankan apapun. Terlebih melakukan transaksi perbankan di
italia.
Petugas itu menyampaikan hari itu ada transaksi dengan memakai kartu ATM Bank Mandiri saya sebesar
Rp4. 802. 294. Apabila saya tidak melakukan transaksi, ada peluang kartu ATM saya disalahgunakan oleh
orang yg tidak bertanggung jawab.
Petugas itu menyarankan supaya saya menelepon layanan pelanggan di nomer 14000 untuk memblokir
kartu saya.
Tidak banyak yang saya tanyakan kepada petugas itu. Saya cuma menanyakan, bila kartu ATM saya
disalahgunakan, apakah duit saya bisa kembali? Petugas itu menjawab itu tergantung dari kebijakan
Bank Mandiri serta baru bisa diproses sesudah saya melakukan pelaporan
Saya dianjurkan mendatangi Kantor Layanan Bank Mandiri secepatnya, selain untuk melaporkan juga
untuk melakukan penggantian kartu.
Pada kesempatan itu, petugas Bank Mandiri itu juga sempat mengatakan sebagian data saya. Tetapi yang
sedikit aneh, mengapa alamat rumah yang disebutkan oleh petugas itu yaitu alamat rumah saya yang
lama – alamat yang di Bogor, Jawa Barat, padahal saat buka rekening dengan nomer 10900130309xx
pada th. 2012 lalu, saya telah menggunakan alamat saya yang di Batam, Kepulauan Riau.
Bank Mandiri juga menggunakan SMS banking dengan nomor saya yang lama, yang telah bertahun lalu
tidak saya pakai. Sehingga, waktu ada penarikan uang dari rekening saya, tidak ada pemberitahuan sama
sekali.
Awal 2011 saya memanglah pernah membuka rekening Mandiri dengan menggunakan alamat yang di
Bogor. Tetapi sejak pertengahan 2011 saya tak akan menggunakan rekening itu. Saya kembali buka
rekening Bank Mandiri pada 2012 dengan menggunakan KTP Batam dengan nomor ponsel yang juga
Beberapa menit sesudah mendapatkan telepon itu, saya serta suami langsung menuju ATM dekat tempat
tinggal. Waktu dicek nyatanya ATM saya telah terblokir serta tak dapat digunakan. Akhirnya tadi pagi,
Senin 1 Agustus 2016 saya mendatangi Bank Mandiri Batam
berbeda.
Centre, Batam. Setelah dikerjakan pengecekan oleh Customer Service yang bernama Erni Jusnita benarbenar
benar ada transaksi sebesar Rp4. 802. 294 dari kartu ATM saya pada Sabtu (30/7).
Saat saya bertanya apakah duit saya bisa
kembali, petugas customer service itu menyampaikan besar
kemungkinan tak kembali. Hal tersebut tentu saja bikin saya geram. Bagaimana saya tidak marah, kartu
ATM serta buku tabungan ada di tangan saya, namun mengapa tiba-tiba ada yang dapat menggunakan
kartu ATM saya. Lain perihal, apabila kartu ATM saya tercecer atau ketinggalan di mesin ATM. Bila begitu
beberapa jelas kelalaian saya. Apabila kejadiannya seperti itu, wajar apabila bank tak bertanggung jawab
untuk ganti duit saya. Namun bila kejadiannya seperti yang saya alami, harusnya duit saya ditukar karena
itu merupakan kelalaian bank.
Waktu melihat saya mulai marah, customer service itu buru-buru memberikan sederet nomor telepon
yang bisa saya hubungi untuk menindaklanjuti peristiwa itu. Ia memberikan nomer telepon Layanan
Pelanggan 14000, lalu memberi nomer telephone koordinator kartu 0778-458745, serta no customer
service yang langsung terhubung ke dirinya 0778-462264.
Waktu saya tanyakan berapakah hari saya dapat menerima update kabar, customer service itu
mengatakan sekitar 75 hari. Waktu saya protes sangat lama, ia lalu mengatakan dapat mendapat berita
dalam waktu 11 hari. Lalu ia mengatakan, saya dapat buka situs bank mandiri serta melayangkan
keluhan di situs itu agar lebih cepat ditanggapi.
Hal tersebut karena, kasus yang menimpa saya akan ditindak lanjuti oleh sisi pusat. Helllowwwww…..
selalu apa manfaatnya customer service di daerah kalo nasabah tetap mesti melakukan complaint di web
juga?
Oleh karena itu, dari pada saya melayangkan keluhan yang sama di Website Bank Mandiri, tambah baik
saya bikin tulisan terbuka seperti ini. Semoga pemegang kebijakan Bank Mandiri membaca serta keluhan
saya disikapi. Saya tak bermaksud apa-apa dengan menulis seperti ini, saya cuma ingin uang saya
kembali.
Terlebih itu bukanlah kelalaian saya, namun kelalaian Bank. Apalagi Customer Service Bank Mandiri yang
bernama Erni Juicenita juga mengatakan kalau mesin ATM di Sukajadi memang kerap disalahgunakan.
Sebelum saya, pernah ada tiga kejadian sama. Namun yang saya tak habis pikir, apabila memang rawan
peristiwa seperti itu, kenapa tidak ada warning untuk pengguna mesin ATM Bank Mandiri? Atau mungkin
dilakukan tindakan preventif lain oleh bank hingga nasabah tak dirugikan.
Banyak masyarakat yang menaruh duit di bank agar aman serta terhindar dari kehilangan yg tidak
diinginkan, tetapi apabila bank tak akan dapat diakui untuk menitipkan duit, kemana lagi kami mesti
menyimpan uang?
SUMBER kompasiana cucum-suminar/bank-mandiri-tolong-kembalikan-uangsaya_579edf8eb07a6198248518f1

Selasa, 16 Agustus 2016

pertamina gratiskan pertalite pada 17 agustus AYOOO

pertalite adalah jenis bahan bakar
bensin, dibawah pertamax diatas premium.
nah besok,
pada tanggal 17 Agustus,
Pertamina Gratiskan Pertalite dengan Syarat.
Pertamina memberikan kejutan kepada konsumen di Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-71, pada 17 Agustus 2016.

Konsumen yang beruntung berhak mendapat pertalite gratis, dengan syarat harus menghafal teks Proklamasi dan Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, Pertamina sengaja mengadakan kegiatan ini untuk pelajar SD hingga mahasiswa demi menyambut hari kemerdekaan. “Kegiatan ini bertujuan agar pelajar Indonesia tidak lupa akan hari kemerdekaan dan hafal teks proklamasi dan pembukaan UUD 1945," ujarnya, Senin 15 Agustus 2016.
Dia mengatakan pelajar yang bisa menghafalkan dengan baik dan benar akan langsung diisikan pertalite gratis di kendaraan. “Bagi konsumen yang dapat melafalkan teks Proklamasi dengan baik dan benar akan mendapatkan gratis 1 liter pertalite. Sedangkan bagi yang dapat melafalkan Pembukaan UUD 1945 dengan baik dan benar akan mendapatkan gratis 2 liter pertalite serta yang dapat melafalkan hafalan keduanya akan mendapatkan gratis 3 liter pertalite," kata manager Area Communication dan Relation Sulawesi Hermansyah Y Nasron

SAYANGNYA DI SULAWESI AJA,
BRO N SIS,
BUKAN DI RIAU,
DAN BUKAN DI DURI,
CHEVRON TU PELIT HAHAHA

sumber viva co id
Harry Siswoyo, Agustinus Hari (Manado)
Selasa, 16 Agustus 2016, 07:11 WIB

Minggu, 14 Agustus 2016

Samsat Jabar Jujur vs Samsat Riau Korupsi

Walaupun beberapa waktu lalu telah dicanangkan gubernur Riau lewat peraturan no 27 tahun 2016 tapi
kenyataan dilapangan ngak ketemu.
kalau  di Jawa Barat sudah lama bayar Pajak kendaraan bisa lewat ATM, berarti JUJUR,
kalau di Riau kapan ya ?
maaf banyak sekali korupsinya !
contoh :
Pajak Mobil jika tak ada KTP
itu kalau mau diloloskan wajib bayar
antara 750ribu s/d 1juta, diluar pajak. ini bukan fitnah lho,
Saya pribadi alami,
itupun karena kenal orang dalam,
kalau tidak bisa lebih.
parah memang korupsi pejabat dan
aparat di Riau ini, jadi tidak aneh,
kalau semua Gubernur Riau tersandung kasus Korupsi, itupun
yang ketahuan, nah yang ngak
diketahui ?
kembali ke soal pajak kendaraan tadi, padahal warga mau jujur bayar pajak tapi dipersulit dan dijadikan objek korupsi !

BANDUNG—Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pembayaran perpanjangan pajak kendaraan saat ini sudah bisa dilakukan lewat mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). “Sudah tiga bank yaitu BJB, BCA mulai kemarin, dan BNI hari ini,” kata dia selepas penandatangan kerjasama pembayaran pajak itu dengan BNI (Bank Negara Indonesia) di Gedung Sate, Bandung, Kamis, 28 April 2016.

Aher, sapaan Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah Jawa Barat membuka penawaran pada semua bank untuk membuka kerja sama dalam program E-Samsat, yakni fasilitas pembayaran perpanjangan pajak kendaraan via ATM. “Kita mengajak semuanya karena rekening orang berbeda-beda,” kata dia. Tiap bank mendapat tawaran yang sama yakni mematok biaya administrasi pembayaran tiap transaksi Rp 5 ribu.

Aher menargetkan dengan kerjasama untuk memudahkan cara pembayaran pajak kendaraan itu bisa mendongkrak pendapatan pemerintah Jawa Barat. Target pendapatan Jawa Barat tahun ini dalam APBD sudah dipatok Rp 10,14 triliun dari Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kuartal pertama realisasi pendapatan tahun ini sudah mencapai Rp 2,69 triliun, naik Rp 500 miliaran dari patokan targetnya Rp 2,028 triliun.

Fasilitas pembayaran perpanjangan pajak kendaraan via ATM itu baru berlaku dua hari terakhir. Dia berharap ada lonjakan kenaikan pendapatan dengan layanan baru itu. “Kenaikan mungkin tidak ratusan miliar rupiah, mudah-mudahan bisa di atas Rp 1 triliun,” kata Aher.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, kerjasama ini untuk memudahkan nasabah banknya untuk membayar pajak kendaraan. “Jumlah nasabah BNI di Jawa Barat sektiar 1,5 juta orang, pemilik kendaraan di Jawa Barat ada 14,6 juta orang. Apabila semua nasabah memiliki kendaraan dan membayar pajaknya paling tidak 10 persen dari total jumlah kendaran itu adalah nasbah kami,” kata dia selepas menyaksinkan penandatangan kerjasama itu di Bandung, Kamis, 28 April 2016.

Baiquni mengatakan, banknya juga tengah menyiapkan kerjasama dnegan Badan Usaha Milik Desa untuk menjangkau pemilik kendaraan di desa-desa. “Dalam waktu dekat kita kerjasama dengan BUMDes, kita pasang mini ATM. Kita bisa melayani E-Samsat juga,” kata dia. Kerjasama pembayaran pajak kendaraan lewat ATM juga tengah dijajaki dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Jawa Barat Dadang Suharto mengatakan, struk bukti pembayaran perpanjangan pajak kendaraan via ATM itu bisa digunakan langsung sebagai tanda bukti pemilik kendaraan telah melunasi pajaknya. “Struk itu dipersamakan dengan dokumen SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah). Kalau ada operasi gabungan dengan diperlihatkan struk itu, gak akan ditilang,” kata dia, Kamis, 28 April 2016.

Namun Dadang mengingatkan, struk itu hanya berlaku di wilayah hukum Polda Jawa Barat. “Tapi kalau bawa itu di Jakarta, Bapak diketawain karena gak berlaku. Tapi kita sarankan segera tiker saja, walau pun itu bisa dipakai,” kata dia.

Dadang mengatakan, pembayaran perpanjangan pajak kendaraan via ATM di tiga bank itu baru bisa digunakan oleh warga Jawa Barat yang berlamat di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Di Jawa Barat, misalkan di Depok dan Bekasi, warganya masuk dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya. “Kita sedang rintis dengan Polda Metro Jaya,” kata dia. Jika berhasil, warga Depok dan Bekasi bakal bisa menikmati kemudahan serupa.

tulisan AHMAD FIKRI di tempo co

Sabtu, 30 Juli 2016

Surat BJ Habibie pada Jokowi

Berikut surat lengkap Habibie tersebut:
Kepada Yth
Bapak Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia
di Jakarta
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada Bapak Joko Widodo dalam menunaikan tugas dan amanah bangsa Indonesia.
Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Bapak Presiden yang Terhormat,
Saya memahami bahwa dalam beberapa hari lagi, eksekusi beberapa tahanan yang telah divonis hukuman mati akan dilaksanakan.
Dari laporan para advokat dan lembaga swadaya masyarakat yang telah mempelajari kasus-kasus hukuman mati tersebut, warga negara Pakistan Zulfikar Ali ternyata tidak bersalah.
Saya menghimbau kepada Bapak Presiden untuk meninjau/mempertimbangkan kembali keputusan eksekusi tersebut di atas.
Pada kesempatan ini saya pula ingin menyarankan kepada Bapak Presiden untuk mempertimbangkan kembali penetapan kebijakan moratorium pada hukuman mati.
Lebih dari 140 negara di dunia sudah menetapkan kebijakan moratorium dan/atau menghapuskan hukuman mati. Saya memahami betul tantangan penyalahgunaan narkoba di negara kita.
Apakah hukuman mati akan mengurangi peredaran dan penggunaan ilegal narkoba?
Ternyata sangat mungkin memerangi narkoba tanpa penetapan hukuman mati, seperti yang telah dilakukan oleh Swedia dan beberapa negara lainnya.
Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak Presiden, saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam hormat,
Bacharuddin Jusuf Habibie

Selasa, 26 Juli 2016

Do'a Untuk Pejabat dan Aparat Indonesia

ﺁﻣِﻴْﻦَ ﻳَﺎﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ  ﻻَ ﻫَﻮْﻝَ ﻭَﻻَ ﻗُﻮَّﺕَ ﺍِﻻَّﺑِﺎﻟﻠّﻪ

Saya Do'akan Semoga Para Pejabat Indonesia diberi teguran oleh Allah SWT
agar Insyaf dan Taubat

yang keras kepala entah diberi Musibah, Penyakit pada diri, anak, atau keluarganya

Minggu, 24 Juli 2016

Santoso : Kita Muslim Poso dibantai Kita Beladiri Kita dikatakan Teroris

BETUL !
INDONESIA SUDAH DIKUASAI KAFIR
INI BUKTI DAN KENYATAAN :

Pembaca yang budiman tentu masih penasaran dengan sosok Santoso yang menurut berbagai pihak disinyalir sebagai pimpinan teroris yang paling berbahaya sehingga pihak aparat indonesia sangat gencar melakukan operasi penangkapannya. Bahkan amerika pun menempatkan posisi Santoso sebagai teroris kelas wahid.
Meskipun demikian Santoso sendiri masih masif di youtube walaupun masih banyak kontroversinya. Tetapi setidaknya masyarakat indonesia tahu sosok Santoso ini seperti apa. Yang menjadi menarik adalah pengakuan sosok santoso ini yang sungguh memcengangkan.
Daripada penasaran silahkan simak wawancara dengan Santoso seperti yang lansir oleh kiblat.net dibawah inj. Semoga kita bisa bersikap objektif dan proporsional .
Tidak seperti tahun 2011 lalu, saat ini kondisi Santoso nampak lebih kurus dengan rambut panjang sedikit awut-awutan alias gondrong ‘macerapa’ (bahasa kaili: amburadul).
Sekalipun demikian nada suaranya masih tegas dan garang. Saat menjawab salam dari penulis, Santoso mengiringinya dengan tawa khas sama seperti pertama kali berjumpa pada waktu menjenguknya di sebuah sel pengap medio 2003 lalu.
Kala itu, Santoso adalah salah satu tersangka kasus penembakan (dikenal dengan kasus penembakan Mobil Box di Sausu bersama M, F, G, dan U). Kini M telah menjadi kontraktor bonafid di Poso yang dikenal sebagai “anak emas” penguasa Poso periode lalu. Sementara F, G dan U masih setia mengurus beberapa pohon cokelat di Poso Pesisir. Sebaliknya, Santoso menjadi orang yang termasyhur di seluruh dunia, karena paling dicari otoritas keamanan negeri ini bahkan pemerintah Amerika Serikat pun memposisikan Santoso sebagai teroris yang berbahaya dan dijanjikan hadiah bagi siapapun yang dapat menangkapnya hidup-hidup.
Obrolan penulis dengan Santoso selanjutnya, menggunakan istilah “ente” atau “ana” (bahasa “Arab Gaul” sebagai terjemahan anda atau saya); bincang-bincang yang bukan tanpa resiko ini diawali dengan pertanyaan singkat: “Apa gerangan yang membuat ente menjadi berang dan melakukan tindakan yang oleh regulator di negara ini menyambutnya sebagai tindak pidana terorisme?”
Santoso: Ana melakukan itu karena beberapa hal, dan pada kesempatan ini perlu ana kemukakan agar rakyat Indonesia tahu dan tidak lupa! Pertama adalah soal keadilan; sebagai korban konflik horizontal Poso pada Mei-Juni 2000 lampau, bertahun-tahun ana menunggu datangnya keadilan namun sayang keadilan itu tak pernah terwujud.
Pelaku pembunuhan terhadap belasan anggota keluarga ana di Sintuwu Lemba (dikenal di Desa Kilo Sembilan) seolah tak dapat dijangkau oleh hukum hingga hari ini. Demikian pula pembantaian di Buyung Katedo (2 Juli 2001) dan beberapa tempat lain di Poso, hingga kini tetap berlenggang kangkung karena bisa mengangkangi hukum!
Deklarasi Malino juga ditafsirkan keliru oleh berbagai pihak sehingga dijadikan sebagai sarana impunitas bagi pelaku kejahatan, padahal Indonesia adalah negara hukum sebagaimana disebut dalam UUD 1945. Kekecewaan demi kekecewaan itu bertumpuk menjadi kesumat dan pada akhirnya ana memilih “jalan lain” untuk mewujudkan keadilan itu.
Penulis: “Tetapi kenapa sasaran kemarahan ente ditujukan kepada polisi?”
Santoso: Ini karena beberapa sebab, coba perhatikan hal berikut :
1) Tanggal 17 April 2000 M.Husni alias Sunil ditembak mati oleh oknum polisi, TKP pas itu terminal Kasintuwu kota Poso,
2) Ahmad Sutomo (saat itu usia 17 tahun) tewas ditembak oknum polisi pada tanggal 21 Oktober 2001, TKP Mapane Poso Pesisir,
3) Safruddin Buhaeli (saat itu berusia 16 tahun), meregang nyawa ditembak polisi pada tanggal 3 Desember 2001, TKP Bonesompe Poso Kota,
4) Amisudin wafat ditembak oknum polisi pada tanggal 15 November 2003, TKP : Tabalu Poso Pesisir.
Dalam peristiwa-peristiwa tersebut ada 12 (duabelas) korban luka tembak, yakni: Rahman, Irwan, Budi, Asri, Oman, Ali, Rizal, Abdullah,Hajir, Ali, Pr.Ratna, Pr.Salma, serta puluhan orang luka berat akibat dianiaya dan disiksa (diinjak-injak, dipukul, diikat) dan ditelanjangi (kemaluannya diinjak), seperti antara lain: Andang, Ato, Ayub, M.Saher, M.Guntur, M.Fadli, M.Rusli, M.Irsan, Rustam S.K, Salbingu, Amran Ambo Enre, Sondong, Bobby Dunggio, Kiki Andri Wijaya, Anjas Gani, Abdullah, Halid, Rendy, Sutami M.I, Wahyudin, dan lain-lain (dikenal sebagai Tragedi Mapane Berdarah).
Sekedar informasi, mereka semua bukan pelaku kriminal, bukan teroris, bukan pula kelompok orang yang tergolong DPO! Pada tahun 2003 lalu ana juga mengalami penyiksaan hebat oleh oknum-oknum polisi saat ditahan di beberapa Polsek yang ada di kota Palu.
Bayangkan, ana disangka melakukan tindak pidana di wilayah hukum Parimo (Parigi Moutong) tapi ana dibawa ke Palu lalu ditahan di Polsek-Polsek yang ada dan dipindah seenak mereka sendiri, dari satu sel tahanan Polsek lainnya. Ana dipukul, diinjak-injak seperti hewan dan perlakuan mereka itu tidak pernah ana lupakan seumur hidup.
Belum lagi pada peristiwa tanggal 11 dan 22 Januari 2007, ada belasan nyawa pemuda-pemuda Muslim Poso (Tato, Idris, Maulana, juga om Gam dan lain-lain) ditembak dan dibiarkan meregang nyawa tanpa ada upaya memberi pertolongan.
Pada peristiwa tanggal 11 Januari 2007 itu, Dedi Parsan tewas ditembak tapi beberapa bagian tubuhnya robek karena sangkur. Pada 22 Januari 2007 tersebut, Udin (kala itu 16 tahun/adik kandung Basri, salah seorang DPO) juga tewas saat dalam penanganan oleh serombongan oknum polisi, padahal saat ditangkap, Udin dalam keadaan sehat wal afiat dan selang sehari kemudian dipulangkan dalam bentuk jenazah yang lehernya patah dan wajah lebam!
Pada Desember 2012, seorang pemuda Muslim Poso yang bernama Andi, ditembak di Bima NTB lalu jenazahnya dibawa ke Jakarta dan 1 bulan kemudian baru dipulangkan dan dikuburkan di Poso, sungguh tragis!
Demikian halnya Ahmad (kakak kandung Andi) juga Halid, keduanya tutup usia secara dramatis tanpa terlebih dulu dibawa ke pengadilan untuk membuktikan kesalahannya, padahal peraturan perundang-undangan di republik ini tegas menyebut asas Praduga Tidak Bersalah! Mereka tidak membawa senjata api atau bom yang membahayakan, tapi kenapa harus ditembak mati!
Belum lagi puluhan kaum Muslimin yang ditangkap dari segala penjuru Poso kemudian dibawa dan ditahan di Mako Brimob Depok atau Polda Metro Jaya lalu diadili di PN Jakarta Utara atau PN Jakarta Selatan atau PN Jakarta Pusat, selanjutnya menjalani pidana pada lembaga-lembaga permasyarakatan yang ada di pulau Jawa sampai sekarang.
Semua mereka sengaja dipisahkan dari sanak keluarga dan dipaksa meninggalkan tanah kelahirannya, perlakuan yang hampir mirip dengan apa yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda pada masa penjajahan terhadap pahlawan-pahlawan bangsa seperti Tuanku Imam Bonjol atau Pangeran Diponegoro, yang ditangkap dan dibuang hingga meninggal dunia di tempat nan jauh dari tanah kelahirannya.
Tapi sampai hari ini, tidak satupun oknum polisi yang melakukan kekerasan dan atau kejahatan terhadap kaum Muslimin tersebut diseret ke pengadilan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Seolah-olah apa yang mereka lakukan bukan merupakan kejahatan dan oknum-oknum tersebut adalah warga negara kelas satu yang kebal hukum.
Mengapa tidak satupun pembela hak asasi manusia mempersoalkan cara penghukuman model pemerintah kolonial Belanda tersebut? Hal lain yang perlu ana sampaikan kepada khalayak ramai adalah semua tersangka teroris khususnya dari Poso juga dari seluruh pelosok Indonesia “wajib hukumnya” didampingi (sebagai Kuasa Hukum) oleh Advokat/Pengacara yang ditunjuk dan dibayar oleh Densus 88.
Ini merupakan keanehan dan keprihatinan yang perlu mendapat perhatian, karena kuasa hukum tersebut “digaji” oleh Densus 88, maka pelanggaran dan pelecehan hukum yang terjadi hanya didiamkan dan dianggap angin lalu oleh Advokat/Pengacara tersebut. Mereka hanya diam dan tidak pernah keberatan ataupun memprotes tentang pemindahan tempat sidang yang nyata-nyata melanggar Pasal 84 ayat (1) KUHAP tersebut.
Apa yang melatari sehingga Densus 88 menunjuk dan membayar honor Pengacara bahkan hampir semua kebutuhan (mulai dari tiket pesawat Palu-Jakarta-Palu, tempat tinggal di Jakarta hingga kendaraan) semuanya ditanggung oleh Densus 88.
Padahal kelaziman ketentuan dalam KUHAP, seorang tersangka atau terdakwa berhak memilih sendiri Penasehat Hukum untuk mendampinginya. Masih banyak deretan kejahatan dan pelanggaran terhadap kaum Muslim yang dilakukan oleh oknum-oknum kepolisian khususnya Densus 88 yang telah menyakiti ana sebagai bagian dari kaum Muslim.
Pengakuan Santoso sungguh menampar pihak aparat.
Karena ayam sudah berkokok menjelang subuh, penulis pun mengakhiri obrolan imajiner ini dengan memberi nasehat: “Agar tidak ada lagi korban yang tewas, bagaimana kalau ente hadapi saja proses hukum yang nantinya dituduhkan, dan disampaikan segala yang menjadi ‘tuntutan’ soal ketidakadilan tersebut nanti di pengadilan?”
Dengan kening yang berkerut, akhirnya Santoso memberi jawaban : “InsyaAllah akan ana pertimbangkan…!
Ditulis oleh: Harun Nyak Itam Abu, Pendiri TPM Poso sekaligus Dosen Fakultas Hukum Universitas Tadulako Palu.

Tulisan asli berjudul:
“Ngobrol Imajiner dengan Santoso”

dimuat di Radar Sulteng pada Kamis, (21 April 2016)

Sumber : kiblat dot net