Jual/Kredit Rumah/Tanah di Duri Riau ? Hubungi 0896 2003 7000 / 0852 7811 1234 ( TELP/WA )



Email

| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Sudirman No.40 Duri Riau 28884 |
| ☎ Telpon : (0765) 594246 ☏ Mobile : 0896 2003 7000 / 0852 7811 1234( TELP/WA ) | ✉ Email :admin@duririau.com |

hanya Bulan ini, Program RUMAH GRATIS ? Siapa Mau ? klik : www.rumahpublik.com

Kamis, 23 Juni 2016

Imam Bukhari dan Uang 1000 Dinar

Sebelum kita simak kisah ini ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu seberapa banyak uang 1000 dinar itu :
1 dinar = 4,25 gram emas murni
1000 dinar = 4.250 gram = 4,25 kg emas murni
Jika 1 gram emas murni seharga Rp500.000 berarti :
1000 dinar = 4.250 × Rp500.000
Hasilnya : Rp2.125.000.000 (dua miliar seratus dua puluh lima juta rupiah)
Uang yang sangat banyak sekali..
***
Sekarang mari kita simak kisah berikut..
Disebutkan oleh Al-Imam Abdus Salam Al-Mubarakfury dalam kitab Sirah Al-Imam Al-Bukhari :
Bahwasanya Imam Bukhari pernah sekali mengarungi lautan di masa beliau masih menuntut ilmu, pada waktu itu beliau membawa uang 1000 dinar (dua miliar rupiah lebih), yang mana pada zamannya 1000 dinar termasuk harta yang sangat besar..
Kemudian datanglah kepada beliau salah seorang dari awak kapal, lelaki tersebut menampakkan kecintaan dan kesukaan kepada sang Imam, dia selalu berusaha mendekat dan duduk dengan beliau. Ketika Imam Bukhari melihat kecintaan dan kesetiaan lelaki tersebut dan saking akrabnya sampai-sampai beliau memberitahukan kepada lelaki tersebut tentang 1000 dinar yang beliau bawa di kapal..
Kemudian pada suatu hari lelaki tersebut bangun dari tidurnya kemudian dia menangis, merobek-robek bajunya dan memukul-mukul wajah dan kepalanya. Ketika manusia melihat keadaan lelaki tersebut maka mereka bingung dan terheran-heran, maka mereka mendatanginya dan menanyakan sebab musababnya..
Lelaki tersebut akhirnya berkata:
"Aku memiliki kantong yang berisi 1000 dinar akan tetapi kantong itu lenyap dariku."
Maka akhirnya orang-orang mengadakan pemeriksaan satu persatu pada semua penumpang kapal, di saat seperti itu, Imam Bukhari mengeluarkan kantong dinarnya secara sembunyi-sembunyi lalu beliau melemparkanya ke laut, pemeriksaan terus berlangsung sampai ke beliau dan sampai usai, akan tetapi para pemeriksa tidak menjumpai apapun. Maka para pemeriksa kembali ke lelaki tersebut dan mencelanya habis-habisan.
Ketika orang-orang turun dari kapal, lelaki tersebut mendatangi Imam Bukhari dan berkata: "Apa yang kamu lakukan dengan kantong dinarmu..??"
Imam Bukhari menjawab: "Aku melemparkannya ke laut."
Lelaki tadi berkata: "Bagaimana engkau bisa bersabar atas hilangnya harta yang banyak darimu..??"
Imam Bukhari berkata kepadanya:
"Wahai orang bodoh, sesungguhnya aku telah menghabiskan seluruh umur dan hidupku untuk mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah, dan seluruh dunia telah mengetahui ketsiqqohanku (kredibilitasku dalam meriwayatkan hadits), maka bagimana mungkin aku menjadikan diriku menjadi bahan tuduhan sebagai seorang pencuri..??
Apakah mutiara berharga (yaitu: tsiqqoh dalam periwayatan hadits) yang mana aku habiskan umurku untuknya aku korbankan hanya karena uang yang sedikit..??"
Masya Allah. Semoga Allah merahmati Imam Al-Bukhari..
Demikianlah sikap wara' para ulama', Dunia tidak ada artinya bagi mereka dibandingkan Ilmu hadits..
Kisah ini diambil dari kitab : Sirah Al-Imam Al-Bukhari Lil Imam Abdus Salam Al-Mubarakfury, 1/122-123
***
ﺫﻛﺮ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﺍﻟﻤﺒﺎﺭﻛﻔﻮﺭﻱ - ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ - ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ‏( ﺳﻴﺮﺓ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ‏) :
ﺃﻥ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﺭﻛﺐ ﺍﻟﺒﺤﺮ ﻣﺮﺓ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﻃﻠﺒﻪ ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻌﻪ ﺃﻟﻒ ﺩﻳﻨﺎﺭ
‏( ﻭﻛﺎﻧﺖ ﺍﻷﻟﻒ ﺩﻳﻦ ﺍﺭ ﻣﺒﻠﻎ ﻃﺎﺋﻞ ﻓﻲ ﺫﺍﻙ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ‏) ، ﻓﺠﺎﺀﻩ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﺴﻔﻴﻨﺔ، ﻭﺃﻇﻬﺮ ﻟﻪ ﺣﺒﻪ ﻭﻣﻮﺩﺗﻪ ﻭﺃﺻﺒﺢ ﻳﻘﺎﺭﺑﻪ ﻭﻳﺠﺎﻟﺴﻪ ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺃﻯ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺣﺒﻪ ﻭﻭﻻﺀﻩ ﻣﺎﻝ ﺍﻟﻴﻪ ﻭﺑﻠﻎ ﺍﻷﻣﺮ ﺃﻧﻪ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻤﺠﺎﻟﺴﺎﺕ ﺃﺧﺒﺮﻩ ﻋﻦ ﺍﻟﺪﻧﺎﻧﻴﺮ ﺍﻟﻤﻮﺟﻮﺩﺓ ﻋﻨﺪﻩ .
ﻭﺫﺍﺕ ﻳﻮﻡ ﻗﺎﻡ ﺻﺎﺣﺒﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﻓﺄﺻﺒﺢ ﻳﺒﻜﻲ ﻭﻳﻌﻮﻝ ﻭﻳﻤﺰﻕ ﺛﻴﺎﺑﻪ ﻭﻳﻠﻄﻢ ﻭﺟﻬﻪ ﻭﺭﺃﺳﻪ ، ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺃﻯ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺣﺎﻟﺘﻪ ﺗﻠﻚ ﺃﺧﺬﺗﻬﻢ ﺍﻟﺪﻫﺸﺔ ﻭﺍﻟﺤﻴﺮﺓ ﻭﺃﺧﺬﻭ ﻳﺴﺄﻟﻮﻧﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺴﺒﺐ ، ﻭﺃﻟﺤﻮﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻬﻢ :
ﻋﻨﺪﻱ ﺻﺮﺓ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﻟﻒ ﺩﻳﻨﺎﺭ ﻭﻗﺪ ﺿﺎﻋﺖ .!
ﻓﺄﺻﺒﺢ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﻔﺘﺸﻮﻥ ﺭﻛﺎﺏ ﺍﻟﺴﻔﻴﻨﺔ ﻭﺍﺣﺪﺍ ﻭﺍﺣﺪﺍ ،ﻭﺣﻴﻨﺌﺬ ﺃﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﺻﺮﺓ ﺩﻧﺎﻧﻴﺮﻩ ﺧﻔﻴﺔ ﻭﺃﻟﻘﺎﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺤﺮ ، ﻭﻭﺻﻞ ﺍﻟﻤﻔﺘﺸﻮﻥ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻓﺘﺸﻮﻩ ﺃﻳﻀﺎ ﺣﺘﻰ ﺍﻧﺘﻬﻮﺍ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺭﻛﺎﺏ ﺍﻟﺴﻔﻴﻨﺔ ، ﻭﻟﻢ ﻳﺠﺪﻭﺍ ﺷﻴﺌﺎ ﻓﺮﺟﻌﻮﺍ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻻﻣﻮﻩ ﻭﻭﺑﺨﻮ uu ﻩ ﺗﻮﺑﻴﺨﺎ ﺷﺪﻳﺪﺍ .
ﻭﻟﻤﺎ ﻧﺰﻝ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻔﻴﻨﺔ ﺟﺎﺀ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﻰ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﺳﺄﻟﻪ ﻣﺎﺫﺍ ﻓﻌﻞ ﺑﺼﺮﺓ ﺍﻟﺪﻧﺎﻧﻴﺮ؟ .
ﻓﻘﺎﻝ : ﺃﻟﻘﻴﺘﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺤﺮ .!
ﻗﺎﻝ : ﻛﻴﻒ ﺻﺒﺮﺕ ﻋﻠﻰ ﺿﻴﺎﻉ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ؟ .
ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺍﻹﻣﺎﻡ : ﻳﺎﺟﺎﻫﻞ ... ﺃﺗﺪﺭﻱ ﺃﻧﻨﻲ ﺃﻓﻨﻴﺖ ﺣﻴﺎﺗﻲ ﻛﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﺟﻤﻊ ﺣﺪﻳﺚ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻭﻋﺮﻑ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﺛﻘﺘﻲ ، ﻓﻜﻴﻒ ﻛﺎﻥ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻲ ﺃﻥ ﺃﺟﻌﻞ ﻧﻔﺴﻲ ﻋﺮﺿﺔ ﻟﺘﻬﻤﺔ ﺍﻟﺴﺮﻗﺔ؟ ..
ﻭﻫﻞ ﺍﻟﺪﺭﺓ ﺍﻟﺜﻤﻴﻨﺔ ‏( ﺍﻟﺜﻘﺔ ﻭﺍﻟﻌﺪﺍﻟﺔ ‏) ﺍﻟﺘﻲ ﺣﺼﻠﺖ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺗﻲ ﺃﺿﻴﻌﻬﺎ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺩﺭﺍﻫﻢ ﻣﻌﺪﻭﺩﺓ ..
)] ﺳﻴﺮﺓ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ‏[ ﻣﺞ 1 ،ﺹ 123-122 )]
——○●※●○——

Tidak ada komentar: