Jual/Kredit Rumah/Tanah di Duri Riau ? Hubungi 0896 2003 7000 / 0852 7811 1234 ( TELP/WA )



Email

| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Sudirman No.40 Duri Riau 28884 |
| ☎ Telpon : (0765) 594246 ☏ Mobile : 0896 2003 7000 / 0852 7811 1234( TELP/WA ) | ✉ Email :admin@duririau.com |

hanya Bulan ini, Program RUMAH GRATIS ? Siapa Mau ? klik : www.rumahpublik.com

Kamis, 06 Maret 2014

Hutang Negara Amerika Serikat

http://images.detik.com/content/2013/10/18/4/dolar5.jpg Foto: Dolar AS (dok.detikFinance)
Jakarta -Sejumlah negara-negara maju saat ini tengah dililit utang yang jumlahnya menggunung. Utang pemerintah Indonesia yang lebih dari Rp 2.000 triliun tidak ada apa-apanya.

Lihat saja pemerintah Amerika Serikat (AS), pada akhir 2012 lalu jumlah utang negara adikuasa ini mencapai US$ 17 triliun atau sekitar Rp 17.000 triliun. Dalam 5 tahun lagi bahkan bisa menyentuh US$ 23 triliun atau sekitar Rp 230.000 triliun.

Bagaimana bila dibandingkan dengan utang di negara maju lainnya?

Paling dekat dengan AS adalah pemerintah Jepang, yang saat ini jumlah utangnya mencapai US$ 11,5 triliun atau sekitar Rp 115.000 triliun. Utang ini besar sekali.

AS dan Jepang tak sendirian, hampir semua negara-negara maju di dunia ini mempunyai utang lebih dari US$ 1 triliun. Data ini menurut International Monetary Fund (IMF) yang dilansir BBC, seperti dikutip, Jumat (18/10/2013).

Meski begitu, secara hitung-hitungan fiskal, utang bukanlah masalah bila pendapatan negara bisa membayarnya. Karena itu, seringkali negara melihat utangnya lewat perbandingan dengan pendapatan domestik bruto (PDB).

Bila dilihat secara perbandingan, yaitu utang dengan PDB, maka utang AS setara dengan jumlah PDB-nya saat ini atau 100%. Namun untuk Jepang, sudah melewati 200%. Selain Jepang, negara dengan persentase utang dibanding PDB yang di atas 100% adalah Italia. Meskipun jumlah nominal utangnya jauh di bawah AS dan Jepang.

Tidak hanya Negaranya,
Warganya juga hobby berhutang dan Punya Kebiasaan Buruk tidak mau membayar.

Sumber : http://finance.detik.com

Tidak ada komentar: