Jual/Kredit Rumah/Tanah di Duri Riau ? Hubungi 0896 2003 7000 / 0852 7811 1234 ( TELP/WA )



Email

| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Sudirman No.40 Duri Riau 28884 |
| ☎ Telpon : (0765) 594246 ☏ Mobile : 0896 2003 7000 / 0852 7811 1234( TELP/WA ) | ✉ Email :admin@duririau.com |

hanya Bulan ini, Program RUMAH GRATIS ? Siapa Mau ? klik : www.rumahpublik.com

Selasa, 11 Februari 2014

FAKTA BURUK PENDIDIKAN INDONESIA SEKARANG bagian 2

Udah belajar banyak setahun dua sudah lupa
Banyak yg dipelajari, tidak tahu juga ilmunya buat apa, penerapannya bagaimana, bukan sebagai problem solver malah masih tergantung pada orang lain, setelah lulus malah bingung mau kerja apa bawa surat lamaran kemana-mana.
Ini masalah investasi indonesia kedepan, kalo ga mau jangan lagi bilang sumber daya kita dijajah asing, kalo ga ya salah sendiri.

Quote:Jadi apapun yang dilakukan PISA, semakin memperkuat kenapa Kurikulum 2013 penting," kata Mendikbud

Kurikulum 2013 Oleh Mohammad Nuh
http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/art...-kurikulum2013




Ini kata kaskuser yg kuliah di perancis:
Spoiler for :
Quote:Original Posted By feiris


ane akui sistem pendidikan dasar di Indonesia sangat kurang, terutama di bidang matematika dan sains. temen2 kuliah ane di Prancis memiliki pendidikan dasar di bidang matematika dan sains yang sangat kuat, ane akui cukup sulit mengejar mereka, karena mereka benar2 menerapkan standar yang tinggi untuk pendidikannya. Jadi, jangan salah kalau banyak peraih nobel banyak dari negara2 yang menerapkan sistem pendidikan yang tinggi. Di institusi tempat laboratorium ane telah menghasilkan 6 peraih nobel. Belum lagi institusi lain di Prancis yang telah menghasilkan 12 nobel.

Ane pernah melihat soal ujian matematika anak2 SMA di Prancis, dan itu setara dengan Kalkulus lanjutan di S1 Indonesia. dan sistem pembelajaran mereka sangat teoritis sehingga ketika mereka dapat menciptakan teori2 baru dan menciptakan alat2 baru. Ane akui itu karena ane disana juga diajarin gitu, diajarin "mikir lebih banyak" untuk dapat hasilin teori2 baru.

Ane pernah kuliah di Indonesia, dan ketika ane kuliah di Prancis, Profesor disana memberikan catatan 8 halaman kertas A4 dan isinya rumus semua. Kata supervisor saya : 1 rumus itu merupakan cerita, dan bisa dipanjangkan jadi 1 paragraf atau beberapa paragraf. ketika kita menguasai konsep yang sangat mendasar dari rumus, kita bisa membuat rumus sendiri.
--> hal ini yang saya tidak dapat di pendidikan di Indonesia

Sistem pendidikan yang baik akan melahirkan penerus2 bangsa yang lebih berkualitas, dan dapat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi negara kita.

Pak Nuh yang merupakan Menteri Pendidikan sekarang merupakan lulusan Prancis dan telah menjalin kerjasama dengan beberapa institusi tinggi di sana untuk bidang pendidikan seperti double degree Indo-Prancis, dll. Ane sangat mendukung program itu.

Akan tetapi, ane sangat mengharapkan Pemerintah dapat melakukan peningkatan sistem pendidikan di Indonesia sejak di bangku SD. Selain itu, peningkatan tenaga pengajar sehingga ketika guru berkualitas tinggi, maka pasti akan bisa mencetak murid-murid yang juga berkualitas tinggi bahkan melebihi gurunya.

--> pejwan jika TS berkenan

Standard PISA standardnya negara mapan?
Spoiler for :
Quote:Original Posted By IndraEMC
Ngak usah jauh-jauh ke test PISA yang sebenarnya menggunakan standard ilmu pengetahuan di negara maju, rata-rata nilai raport anak sekolah dasar di DKI Jakarta vs di Indramayu saja sudah berbeda, padahal kurikulumnya sama, mata pelajarannya juga sama, tapi kenapa yang di kabupaten lebih rendah ? karena tingkat pendidikan masyarakatnya memang berbeda (padahal Jakarta - Indramayu itu masih deket lho, apalagi kalau mau dibandingin ama pedalaman papua misalnya )

Standard PISA itu sendiri adalah soal yang biasanya dikerjakan sama anak sekolah di EROPA BARAT dimana negara-negaranya sudah maju dalam bidang pendidikan, analoginya simple, anak SD di Indonesia baru belajar pertambahan, pengurangan, dan perkalian, tau-tau disodorin soal Fisika anak SMA dengan hitungan yang rumit dan rumus yang panjangnya bisa 1 halaman double folio, mampu ngak mereka ngerjain ? disitulah kenapa Indonesia dan negara-negara dunia ketiga lainnya selalu dapat skor BURUK dalam survei PISA (selain kita, Peru, Equador, Kolombia, dan negara-negara amerika latin lainnya skornya rata-rata sama koq)



Anak Indonesia kurang mengenali lingkungan alam sekitar yg bisa memicu keingintahuan?
Spoiler for :
Quote:Original Posted By observer320


Apa yg membuat Score PISA tsb menjadi rendah bagi pelajar Indonesia, kemungkinan adalah karena faktor lingkungan.
FAKTOR: seberapa tinggi pendidikan orang tua, bagaimana pergaulan anak, bagaimana perilaku anak, bagaimana tingkat ekonomi keluarga, bagaimana keharmonisan keluarga, yang kesemuanya itu akan bermuara membentuk "BAGAIMANA POLA PIKIR" anak dalam menyelesaikan permasalahan termasuk dalam hal ini pelajaran.

Dan Indonesia, sayangnya, masih punya masalah kesenjangan yg besar dari semua faktor2 diatas.


Kalau yg ini gw setuju dan sependapat bahwa pengenalan lingkungan sangat penting berdasar apa yg dilihat dan didengar langsung oleh si anak atau berdasar kesaksian orang lain (bisa lewat membaca/buku/tontonan)
Jadi tontonan TV yg spt sekarang dan kontrol orang tua ada relevansinya menjerumuskan anak menjadi otak anak berhenti bekerja sebagaimana semestinya

Untuk pengenalan lingkungan secara langsung secara umum lebih banyak dialami orang yg mapan secara finansial (bagaimana u/anak-2 di daerah terpencil misalnya? .. sulit) .

Jadi hobi gemar membaca ini jalan terbaik lewat perpustakaan masal sampai daerah terpencil yg didanai pemerintah.

(Hore!! ..... obyekan nilep duit lagi .... sori)
Semoga depdikbud punya road map yg jelas dan dimulai mencetak kader pengajar yg super-2 hebat sebagai bibit penular ke pengajar seluruh indonesia dan dari sini kemudian masuk ke road map tadi ... amin

Sumber : Forum Kaskus

Tidak ada komentar: