Jual/Kredit Rumah/Tanah di Duri Riau ? Hubungi 0896 2003 7000 / 0852 7811 1234 ( TELP/WA )



Email

| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Sudirman No.40 Duri Riau 28884 |
| ☎ Telpon : (0765) 594246 ☏ Mobile : 0896 2003 7000 / 0852 7811 1234( TELP/WA ) | ✉ Email :admin@duririau.com |

hanya Bulan ini, Program RUMAH GRATIS ? Siapa Mau ? klik : www.rumahpublik.com

Jumat, 12 November 2010

Korban Penipuan Pajak Mondar Mandir di Kantor Samsat

PDF Print E-mail
Kepala Samsat Jarang di TempatDURI-Korban penipuan pajak kendaraan bermotor oleh salah seorang pegawai Samsat Cabang Duri, beberapa waktu lalu, hingga saat ini masih mondar-mandir di Kantor Samsat, guna mempertanyakan kejelasan uang mereka yang sudah digelapkan.  Kasus penggelapan pajak kendaraan itu sudah memasuki ranah hukum. Terdakwanya pun sudah menjalani masa hukuman. Kendati demikian, imbas kasus itu terus bergulir. Korban pengelapan masih terkatung-katung, tanpa ada penjelasan terhadap uang yang sudah disetorkan. Sayangnya, kepastian atas uang jutaan rupiah yang disetorkan, tak pernah terjawab, lantaran Kepala Cabang Samsat Duri Said Tarmizi, jarang di tempat.  “Setiap hari dalam setiap minggu saya harus minta izin kerja dan menunggu Kepala Samsat ini, tapi tidak pernah ada di tempat. Apa tanggung jawab Kepala samsat ini. Setiap kali kami tanya, selalu di Pekanbaru. Kami harap Dispenda Provinsi Riau memperhatikan kasus ini,” ujar Osman, warga Jalan Rokan, Rabu (13/10).
 Banyak lagi korban penggelapan yang masih mondar-mandir ke kantor itu. Namun harapan mereka untuk bisa mencari solusi kepada Kepala Samsat, pupus.  “Apa kami harus marah-marah dulu di sini dan mengamuk-ngamuk? Tolonglah tanggung jawab sedikit, bukannya selalu menghilang. Masak setiap bulan STNK mobil kami harus ada cap perpanjangan, hukumnya di mana?” sesal Osman yang sudah menyetorkan uang pajak kendaraannya sebesar Rp1,7 juta.
 Karena Kepala Samsat tidak berhasil ditemui, Osman menemui Baur STNK Aipda Manuasi. “Kami ingin penjelasan, Pak. Tapi kami dioper-oper. Disuruh datang sehari, atau dua hari lagi untuk menemui Kepala Samsat. Tapi setelah datang, dianya tak ada. Kalau seperti ini jangan salahkan kalau kami emosi Pak. Uang sudah disetorkan tapi disuruh setor lagi,” kesalnya.
 Aipda Manuasi mengatakan, keluhan itu tidak hanya disampaikan  satu atau dua korban, namun belasan orang. “Hampir setiap hari ada saja korban penggelapan pajak yang datang ke sini. Kita pun sudah jelaskan. Tapi permasalahan tidak berada di tangan kami. Tapi apa boleh buat karena Kepala Samsat tidak pernah ada, kami hanya bisa tampung keluhan masyarakat di sini,” jelasnya.
 Diakui Manuasi,  sulit menghadapi warga yang marah dengan kondisi ini. Tapi pihaknya cukup memaklumi emosi warga itu. “Seharusnya permasalahan tersebut tidak dihadapkan pada pihak Kepolisian yang ada di sini. Tapi pertanggungjawaban pemerintah yang kasusnya ada di tangan mereka. Sebisa kami tetap kami lakukan untuk menenangkan warga. Tapi kalau didesak warga, kami  jelas tidak ada solusi,” keluhnya.

Sumber : Harian Haluan Riau

Tidak ada komentar: