Jual/Kredit Rumah/Tanah di Duri Riau ? Hubungi 0896 2003 7000 / 0852 7811 1234 ( TELP/WA )



Email

| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Sudirman No.40 Duri Riau 28884 |
| ☎ Telpon : (0765) 594246 ☏ Mobile : 0896 2003 7000 / 0852 7811 1234( TELP/WA ) | ✉ Email :admin@duririau.com |

hanya Bulan ini, Program RUMAH GRATIS ? Siapa Mau ? klik : www.rumahpublik.com

Kamis, 25 November 2010

KOPI DAN MENOPAUSE

etiap wanita mengalami fase menopause dalam kehidupannya, walaupun gejalanya dapat berbeda. Konsumsi kafein dipercaya dapat memperburuk gejala menopause. Bagaimana hal tersebut terjadi?

Wanita menopause bisa mengalami gejala seperti sensasi terbakar (hot flashes), vagina kering, sulit tidur, perubahan suasana hati, dan lainnya. Hal ini bisa diperparah dengan konsumsi kafein, yaitu meningkatkan risiko serangan jantung dan osteoporosis. Kafein juga dapat menyebabkan menopause dini.

Seperti dilansir dari Buzzle, Jumat (18/6/2010), berikut beberapa alasan mengapa kafein memperburuk menopause, yaitu:

1. Konsumsi kopi menghambat penyerapan mineralKafein menyebabkan pengurangan serapan magnesium dan kalsium dalam ginjal, sehingga mineral tersebut dikeluarkan oleh urine. Kalsium sangat penting untuk mencegah osteoporosis dan mempertahankan fungsi dari sistem saraf dan jantung. Magnesium penting untuk fungsi normal tubuh seperti penggunaan efektif glukosa, metabolisme energi, fungsi kesehatan jantung, dan keseimbangan hormon. Kopi juga menghambat penyerapan zat besi dan menyebabkan anemia.

2. Kafein menurunkan kepadatan tulangKafein dikaitkan dengan pengingkatan risiko wanita menderita kepadatan tulang rendah. Kafein dihubungkan dengan kehilangan tulang, terutama dijumpai pada wanita yang tidak memiliki cukup kalsium dalam menu hariannya.

3. Kafein meningkatkan gejala sensasi terbakarKopi dapat mengganggu tidur, dan hal ini dapat meningkatkan gejala khas pada wanita menopause, yaitu sensasi terbakar dalam tubuh atau hot flashes.

4. Kafein meningkatkan hormon stresTingkat hormon stres seperti adrenalin, kortisol, dan norepinephrine meningkatkan karena kafein. Hormon-hormon ini menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, yang menyebabkan 'respons panik'. Oksigen ke kaki dan otak juga berkurang, dan ada penekanan sistem kekebalan tubuh.

5. Kafein berinteraksi negatif dengan hormonWanita menopause yang menjalani terapi hormon dan juga mengkonsumsi kafein dapat meningkatkan kesempatan penyakit Parkinson. Konsumsi kafein juga meningkatkan tingkat homocysteine, yang bertanggung jawab meningkatkan risiko patah tulang dan osteoporosis.

Selain itu, kafein juga mengganggu metabolisme Gamma-aminobutyric acid (GABA), yang penting untuk pengelolaan stres dan suasana hati. Hal ini jelas memperburuk gejala menopause yang dirasakan wanita.

Tidak ada komentar: